SDN 01 Beluk Wakili LT II Pramuka: Gaungkan Semangat HUT ke-80 RI dan Torehan Prestasi Nasional

Independennews.com | Pemalang – Semangat peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia begitu terasa di SDN 01 Beluk, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. Sekolah ini tengah mempersiapkan 15 siswa terbaik untuk mengikuti Lomba Tingkat (LT) II Pramuka Penggalang yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Agustus 2025 di Lapangan Kuta, Kecamatan Belik.

Kepala SDN 01 Beluk, Eni Pujiastuti, menyatakan bahwa kegiatan LT II menjadi ajang penting dalam pembentukan karakter siswa sekaligus wadah untuk menunjukkan prestasi. “Kami melatih siswa kelas VI secara intensif, mulai dari seni budaya, kolong tongkat, hingga pionering. Karena ini LT, bukan jambore, maka ada sistem penilaian dan kompetisi antargugus depan,” ujarnya.

LT II Pramuka Penggalang ini diikuti oleh siswa tingkat SD dan SMP se-Kecamatan Belik. SDN 01 Beluk sendiri telah melakukan seleksi internal untuk memilih peserta terbaik. “Kami ingin anak-anak menanamkan semangat kemerdekaan melalui disiplin, keberanian, dan rasa percaya diri,” tambah Eni.

Selain aktif dalam kepramukaan, SDN 01 Beluk juga dikenal sebagai sekolah berprestasi di berbagai bidang. Dalam cabang olahraga, khususnya pencak silat, siswa sekolah ini berhasil menembus ajang Popda tingkat karisidenan. Bahkan, dalam ajang nasional PGRI, salah satu siswa berhasil meraih medali emas cabang seni pencak silat yang diserahkan langsung oleh Kapolri.

“Untuk bidang akademik, kami telah mewakili Kabupaten Pemalang dalam ajang Mapsi, OSN, dan Popda. Tahun ini, kami juga lolos sebagai SD Wiyata Nasional 2024,” ungkap Eni.

Ia menegaskan bahwa capaian-capaian tersebut merupakan hasil dari pembinaan rutin dan sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan orang tua siswa. “Antusiasme wali murid sangat luar biasa. Untuk ekstrakurikuler seperti pencak silat, kami menghadirkan pelatih profesional. Kami sadar, prestasi tidak dapat diraih secara instan, melainkan melalui proses yang konsisten dan berkelanjutan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Eni juga menekankan pentingnya pembentukan karakter dan budaya hidup bersih di lingkungan sekolah. “Kami biasakan anak-anak membuang sampah pada tempatnya. Meski kami berada di pelosok, kami terus menanamkan semangat percaya diri. Merdeka bukan hanya soal tempat, tetapi tentang cara berpikir dan berkarya,” pungkasnya. (S. Febriansyah)

You might also like