Kepanikan Pecah, Detik-Detik Si Jago Merah Lahap Warung di Desa Lodaya, Randudongkal

Independennews.com | PEMALANG – Suasana malam yang semula tenang di Desa Lodaya, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, mendadak berubah menjadi kepanikan massal. Peristiwa kebakaran terjadi pada Kamis malam, 31 Juli 2025, sekitar pukul 20.00 WIB, saat api tiba-tiba melahap sebuah warung makan milik Tarjo, warga RT 07 RW 03.

Dalam hitungan menit, kobaran api membesar dan membakar sebagian besar bangunan semi permanen yang digunakan untuk usaha kuliner harian. Api diduga berasal dari korsleting listrik di area dapur, lalu dengan cepat menjalar ke material mudah terbakar seperti perlengkapan masak dan persediaan bahan makanan.

Meski tidak ada korban jiwa, insiden ini menimbulkan kepanikan warga sekitar, terutama karena lokasi warung berada di kawasan padat permukiman. Kerugian materil diperkirakan mencapai Rp15 juta.

Warga yang berada di sekitar lokasi berinisiatif melakukan pemadaman awal dengan alat seadanya. Sekitar 15 menit kemudian, tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Pemalang tiba di lokasi dengan satu unit armada. Proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih 30 menit hingga api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya.

Kejadian ini sempat terekam dalam sebuah video singkat yang beredar luas di media sosial, termasuk TikTok. Rekaman tersebut menampilkan detik-detik kepanikan warga dan kobaran api yang melalap warung, memicu simpati warganet serta mengundang perhatian publik.

Di tengah musibah, terdapat sisi positif yang patut diapresiasi. Respons cepat dan terkoordinasi dari tim pemadam kebakaran berhasil menyelamatkan sebagian aset warung senilai sekitar Rp40 juta dari potensi kerusakan total.

Menanggapi insiden ini, pihak Dinas Pemadam Kebakaran Pemalang mengimbau masyarakat untuk secara rutin memeriksa instalasi listrik, terutama pada bangunan usaha dan rumah tinggal yang menggunakan peralatan elektronik secara intensif. Langkah preventif ini dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
(S. Febriansyah)

You might also like