IndependenNews.com | Aceh Barat – Seorang santri di Pondok Pesantren Darul Hasanah, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, diduga menjadi korban kekerasan dengan disiram air cabai oleh istri pimpinan pesantren. Peristiwa ini menjadi viral di media sosial, menyulut reaksi keras dari berbagai pihak di Aceh. Rabu (02/10/24)
Santri yang duduk di bangku SMP tersebut mengalami luka serius, dengan tubuh memerah, bengkak, dan merasakan perih luar biasa akibat tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh perempuan berinisial NN, istri dari pimpinan pondok pesantren. Menurut kabar yang beredar, tindakan ini didasari tuduhan bahwa korban telah melanggar aturan di lingkungan pesantren, sehingga dikenakan sanksi oleh NN.
Marnita, ibu kandung korban, mengungkapkan bahwa anaknya saat ini sedang menjalani perawatan di rumah neneknya setelah mengalami trauma fisik dan psikologis akibat kejadian tersebut. “Anak saya disiram dengan air cabai oleh NN karena dituduh melanggar aturan pesantren. Peristiwa itu terjadi pada Senin sore di pesantren,” ujarnya kepada media.
Menurutnya, kondisi fisik anaknya sangat memprihatinkan, dengan tubuh yang bengkak akibat siraman air cabai. Trauma yang dialami oleh korban menambah kekhawatiran keluarganya. “Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek Pante Ceureumen untuk segera diproses hukum,” tambahnya.
Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan korban dalam kondisi kesakitan, memperlihatkan tindakan yang dianggap kejam dan tidak manusiawi. Banyak pihak yang mengecam keras tindakan tersebut, menilai bahwa tidak ada alasan apapun yang membenarkan kekerasan terhadap santri, apalagi di lembaga pendidikan seperti pesantren.
Saat ini, pihak kepolisian setempat masih menyelidiki lebih lanjut kasus ini. Masyarakat Aceh menunggu tindak lanjut dari pihak berwenang terhadap peristiwa yang mengguncang dunia pendidikan pesantren ini.(man)