IndependenNews.com, Sumut | Upaya penyelesaian kasus anak nya dengan jalur mediasi oleh penatua adat mengalami kegagalan. Karena pihak mertuanya, Marga Simbolon tidak memberi ruang untuk melakukan mediasi, bahkan jadwal pertemuan yang sudah disepakati dibatalkan dari pihak keluarga Mertuanya.
Merasa kasus ini tak dapat lagi diselesaikan melalui jalur musyawarah kekeluargaan, Guntur Sinaga (39) terus berupaya untuk memperjuangkan hak asuh sibuah hatinya M (4) bulan, ia lantas melakukan upaya jalur Hukum, untuk mendapatkan Sibuah Hati dari Mertuanya Marga Simbolon, yang berupaya mengusai paksa hak Asuh M dari Tangan Guntur Sinaga.
Bukan cuma Putrinya yang dikuasai mertuanya, Tapi juga semua barang-barang berharga yang mereka bangun selama berumah tangga dengan Istrinya Br Simbolon. Bukan maksudnya ingin berpisah dengan keluarga namun, alam yang berkehendak Istri yang ia cintai itu Almarhumah Br Simbolon telah lebih dahulu di panggil sang maha Pencipta. Namun sepeninggal istrinya masalah antara Guntur Sinaga dengan mertua nya semakin tak terbendung.
Pihak keluarga Mertua Guntur Sinaga, marga Simbolon menahan sibuah hatinya yang membuatnya susah lahir dan Batin. Atas dorongan kecintaanya dan keinginannya mengasuh putrinya dari hasil keringat nya, Guntur berupaya mendapatkan kembali putri anak keduanya dari mertua yang berlaku sewenang-wenang.
Sejak Mereka membatasi hubungan saya dengan putri saya, perasaan saya hancur karena memikirkannya setiap hari,” ujarnya kepada media ini sambil meneteskan air mata, Rabu (16/2/22) di Bilangan Medan_Sumut.
Mengingat hak asuh anak nya merupakan tanggung jawabnya, kata Guntur Sinaga, kini pikiran buntu dan hampa mulai hilang dari nya. Duka berantai keluarga mertua sudah mulai reda dan tinggal kenangan saja. Dia mulai berpikir tentang masa depan kedua buah hatinya.
“M harus berada dalam pengasuhan saya. Masa depannya harus berada di bawah perjuangan saya sebagai ayahnya, bukan di tangan siapa-siapa, termasuk bukan di tangan keluarga mertua. Karena M itu Boru Sinaga, bukan Boru Simbolon,” tegasnya dengan menghirup udara segar ia tampak sedikit lega
Karena berbagai upaya keluarga tidak menemui jalan tengah, akhirnya Guntur mengadukan persoalan yang dihadapinya kepada Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Medan, yang disambut ketuanya Alihot Sinaga.
Tidak sampai di situ, di hari valentine (kasih sayang), akhirnya Guntur Sinaga terpaksa melaporkan Ayah mertuanya ke Polda Sumatera Utara dengan STTLP/284/II/2022/SPKT/Polda Sumatera Utara, Tanggal 14 Februari 2022. SN-R.
Guntur Sinaga Berharap Anak nya bisa diraihnya untuk dibesarkannya dengan hasil keringatnya sendiri.
Hingga berita ini diunggah Media ini masih berupaya menelusuri Keluarga Mertua Guntur Sinaga. (RED)