Pupuk Bersubsidi Tak Sampai ke Anggota, Diduga Ketua Kelompok Tani Karya Makmur Selewengkan

0
423

Independennews.com, Muaratebo — Kelompok tani Karya Makmur Dusun sentano jaya, desa Balai rajo, kecamatan VII Kota Ilir Kabupaten Tebo, mengeluhkan bantuan Pupuk dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang tak kunjung mereka terima.

Kekosongan pupuk bersupsidi bagi kelompoktan karya makmurĀ  diduga akibat ulah oknum pengurus yang sengaja memperjualbelikan pupuk bersubsidi diluar kelompok tani.

Menurut informasi yang diperoleh dari sumber yang dipercaya bahwa pupuk bersubsidi itu diperjualbelikan dengan harga diatas HED berkisar Rp. 140.000 per karung diluar kelompoktan. Kekosongan pupuk bukan hanya terjadi tahun ini, namun juga terjadi pada penyaluran pupuk tahun 2017 lalu.

Salah seorang sumber yang dipercaya kepada independennews.com mengatakan bahwa tindakan penyelewengan pupuk bersubsidi tersebut diduga dilakukan para pengurus kelompoktan yang sengaja memperjualbelikan dengan harga diatas hed untuk memperkaya diri.

” penyimpangan pupuk bersubsidi ini dilakukan oleh oknum Ketua Kelompok dan Bendahara Kelompok yang sekaligus menjabat sebagai Anggota BPD, ” jelasnya.

Dia juga menyebutkan bahwa pada tahun lalu salah seorang penampung berinisial NDR mengaku pernah membeli pupuk bersubsidi dari ketua kelompok tani mereka sebanyak 4 ton. Hal ini diungkapkan NDR saat di mintai keterangan oleh salah satu LSM.

“benar saya pernah membeli pupuk dari isodikin sebanyak 4 ton,” ujar Sumber kepada independennews.com menirukan ucapan NDR yang bukan anggota koptan, Kamis (16/8/18)

Sementara itu, Ketua Kelompoktan Isodikin saat dimintai keterangan atas dugaan tersebut, sangat disayangkan Isodikin tidak berada ditempat (Rumahnya Isodikin – red). “Bapak tidak ada dirumah, ” kata istri Isodikin.

Kepala Desa Sentano saat dikonfirmasi dikediamannya mengatakan, bahwa dia pernah mengetahui informasi kedatangan pupuk bersubsidi bagi kelompoktan tersebut. Bahkan dia juga mengaku pada saat pengambilan pupuk kedesanya, ia juga dimintai tanda tangan agar pupuk tersebut dapat tersalurkan kekelompok mereka. Pada saat itu kepala desa mengaku enggan untuk membubuhkan tandatangan.

“yah, saya pernah dengar kalau kelompok tani yang ada di dusun Sentano Jaya pernah mendapat bantuan berupa pupuk, bahkan di awal tahun 2017 lalu saya pernah dimintai tanda tangan untuk mencairkan bantuan pupuk kacang kedelai, tapi tidak saya tanda tangani karna setahu saya kelompok tani yang ada didesa saya tidak pernah menanam kedelai, ” kata Kepala Desa.

Dia juga mengatakan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi tersebut ada yang kurang tepat, karena penyaluran pupuk tersebut tanpa ada tangan darinya bisa juga tersalurkan. Ia juga mengaku akan segera mengusut dari dugaan warga saat ini dan akan segera menindak lanjutinya sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Anehnya bantuan tersebut kenapa bisa disalurkan tanpa adanya persetujuan dari Kepala Desa, bahkan informasi yang saya dapat, tidak hanya satu macam bantuan yang masuk, seandainya ini benar silahkan ditindak lanjuti, dan saya sangat mendukung apapun perbuatan yang bertujuaan untuk membangun, ” tegas Kades dengan jelas. (dar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.