PT. Adei Plantation And Industry Bayar Denda Pidana Pembakaran Lahan Hutan

0
278

PELALAWAN, INDEPENDENNEWS.COM –Kejaksaan Negeri Pelalawan melaksakanan pidana tambahan perkara pidana kebakaran lahan atas nama terpidana, PT. Adei Plantation and Industry, yang dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 116 ayat (1) huruf a UU RI No. 32 tahun 2009 tentang PPLH dan dijatuhi hukuman pidana pokok berupa pidana denda sebesar Rp. 1.500.000.000,- (satu milyar lima ratus juta rupiah).

Selain dijatuhi hukuman pidan pokok berupa denda sebesar Rp. 1.500.000.000,- (satu milyar lima ratus juta rupiah) PT. Adei Plantation & Industry juga dijatuhi hukuman pidana tambahan berupa perbaikan akibat kebakaran lahan sebesar Rp. 15.141.826.779,325.
Hal tersebut berdasarkan Putusan MA No. 2042K/Pid.Sus/2015 tanggal 14 Maret 2016 kepada terpidana PT. Adei Plantation & Industry sebagai pidana tambahan untuk perbaikan lahan seluas 40 ha melalui pemberian kompos.

BACA JUGA: Jangkau Hinterland, Kepala BP Batam Berikan Bantuan Sembako ke Pulau Buluh

Adapun pembayaran berupa denda tersebut dilaksankan pada hari, Rabu (12/08/2020) yang secara resmi diserahkan kepada Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Pelalawan Agus Kurniawan, SH, MH, sebagai biaya perbaikan akibat kebakaran lahan sejumlah sesuai putusan dimaksud dari terpidana PT Adei Plantation & Industry, yang diwakili oleh Indra Gunawan selaku group manager.

Uang tersebut sebelumnya telah disetorkan oleh terpidana melalui rekening Kejaksaan Negeri Pelalawan di BRI Pangkalan Kerinci dengan jumlah sebesar Rp.15.141.826.780,- (lima belas milyar seratus empat puluh satu juta delapan ratus dua puluh enam ribu tujuh ratus delapan puluh rupiah).

BACA JUGA : Gunung Merapi Sinabung Meletus, Masyarakat Sekitar Gunung Sinabung Dihimbau Waspada

Adapun Penyerahan uang Secara simbolis dilakukan bertempat di BRI Cabang Pangkalan Kerinci dengan disaksikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Pelalawan.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Pelalawan Nophy Tennophero Suoth, SH, MH mengapresiasi ketaatan terpidana PT Adei Plantation & Industry Yang telah kooperatif memenuhi kewajiban hukumnya yaitu melaksanakan pidana tambahan sesuai putusan Mahkamah Agung.

Sebagaimana diketahui dalam perkara ini sesuai putusan Mahkamah Agung terpidana PT. Adei Plantation and Industry dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 116 ayat (1) huruf a UU RI No. 32 tahun 2009 tentang PPLH dan dijatuhi hukuman pidana pokok berupa pidana Denda sebesar Rp. 1.500.000.000,- (satu milyar lima ratus juta rupiah).

BACA JUGA : Gunung Merapi Sinabung Meletus, Masyarakat Sekitar Gunung Sinabung Dihimbau Waspada

Pidana denda dimaksud sebelumnya telah dibayarkan dan telah disetorkan ke Kas Negara. Selain itu, terpidana juga dihukum dengan pidana tambahan berupa perbaikan akibat kerusakan lahan seluas 40 Ha melalui pemberian kompos dengan biaya sebesar Rp. 15.141.826.779,325.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here