Proyek Pertamina Rp1,12 Triliun di Pulau Sambu Molor

0
3069
Poto : papan pemberitahuan kecelakaan kerja (in)

Batam-Pengerjaan proyek pembangunan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Sambu di Pulau Sambu, Batam, molor. Proyek yang dibangun sejak Maret 2014 dengan nilai investasi US$94 juta atau sekitar Rp1,12 triliun itu harusnya sudah diresmikan pada akhir Maret 2016 atau semester awal 2016 (akhir Juni). Namun hingga kini, pengerjaan proyek tak kunjung kelar.

Pantauan media online grup AMSI di Pulau Sambu, ratusan pekerja dengan helm bertuliskan WIKA (Wijaya Karya) masih sibuk beraktivitas. Para pekerja ini didatangkan langsung dari daerah Jawa Barat dan sekitarnya. Sebagian merupakan pekerja di bawah naungan subkontraktor PT WIKA. Di Pulau Sambu, ratusan pekerja ini ditempatkan di mess.

“Akhir-akhir ini kami jarang libur, Sabtu dan Minggu sering masuk untuk menggesa penyelesaian pembangunan proyek. Jadi jarang main ke Batam, selesai kerja langsung istirahat di mess,” kata seorang pekerja PT WIKA.

Proyek pembangunan TBBM Sambu ini termasuk proyek kakap Pertamina. Pembangunan TBBM Sambu bertujuan untuk meningkatkan kapasitas cadangan BBM jenis MFO dan Solar hingga 800.000 kiloliter. Selain itu, pembangunan TBBM Sambu yang dilengkapi 3 dermaga berkapasitas hingga LR 100.000 DWT, terminal automation system berstandar internasional, fasilitas blending, kawasan gudang berikat, fasilitas perkantoran, serta sarana keselamatan, kesehatan kerja, dan lindungan lingkungan (K3LL) tersebut akan menjadi satu-satunya yang ada di Indonesia.

Pembangunan TBBM Sambu merupakan sejarah bagi Pulau Sambu yang sudah ada sejak tahun 1918 sebagai Storage and Blending Facility Provider. Bila semua proyek ini tuntas, diyakini mampu berkontribusi besar untuk menjaga suplai BBM di dalam negeri serta menjadi modal penting untuk pengembangan bisnis Pertamina di dunia internasional.

Menurut sejumlah pekerja, proyek TBBM Sambu awalnya direncanakan sudah bisa diresmikan pada Maret 2016 lalu. Namun karena belum siap, rencana peresmian diundur hingga akhir Juni atau akhir semester awal 2016. Rencana itu kembali gagal, karena sampai sekarang, ratusan karyawan masih bekerja keras menyelesaikan sejumlah pekerjaan yang belum kelar.

Di dekat pintu masuk kawasan TBBM Sambu, sejumlah pekerja terlihat sibuk menancapkan patok-patok pagar pembangunan tempat penampungan air bersih. Sedangkan di dalam kawasan proyek, truk-truk dan kendaraan berat lainnya hilir mudik mengangkut material. Sementara beberapa pekerja lainnya sibuk menyelesaikan pembangunan pipa menuju tangki-tangki BBM raksasa, pekerjaan elektrikal,  dan fasilitas pendukung lainnya.

“Rencananya Desember ini mau diresmikan oleh Presiden Jokowi. Tapi tak tahu pastinya, bisa jadi molor lagi. Banyak kendala, maklumlah proyek di pulau, sering terhambat karena masalah transportasi material dan cuaca,” kata para pekerja.

Pihak Pertamina enggan dikonfirmasi terkait molornya proyek raksasa TBBM Sambu tersebut dan sangsi yang diberikan kepada kontraktor jika pengerjaan proyek terlambat. (Red /Gus/Amsi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here