Program Pembangunan Penyalur BBM Seragamkan Harga Disambut Positif Wagub Kepri

0
119

Independennews.com, Dompak – Program Pembangunan Penyalur BBM 1 harga di sambut baik oleh Wakil Gubernur Hj. Marlin Agustina. Rencana tersebut dinilai sangat baik mengingat wilayah Kepulauan Riau yang 96 persennya adalah wilayah perairan dan memiliki banyak nelayan yang membutuhkan BBM.

Harga yang tidak merata saat ini diakibatkan karena beberapa tempat di Kepulauan Riau belum terdapat penyalur BBM resmi, sehingga ditemukan harga BBM diluar harga yang ditetapkan pemerintah.

Pada Video Conference Rapat Koordinasi dan Klarifikasi Teknis Usulan Penambahan Lokasi Tertentu Pembangunan Penyalur BBM 1 Harga, Wagub Marlin mengatakan, dengan adanya program pembangunan penyalur BBM 1 Harga, diharapkan seluruh lapisan masyarakat Kepri dapat menikmati BBM dengan harga yang sama, untuk itu kami mengharapkan dukungan berbagai pihak dan dorongan dari BPH Migas agar program ini terealisasi.

Dalam rapat yang diadakan di Ruang Rapat Utama Lt.4 Kantor Gubernur Kepri, Wagub Marlin juga menambahkan, “Dengan wilayah kami yang sebagian besar lautan, nelayan kami khususnya dari 3 kabupaten penerima program tahap pertama sangat terbantu, dengan BBM 1 harga ini, biaya operasional, transportasi, dan biaya logistik akan lebih murah.

“Tahap pertama program tersebut dari tahun 2017 hingga 2019 terdapat 3 Kabupaten yang mendapatkan nya yaitu Kabupaten Bintan, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Kabupaten Natuna dan sebagian besar disalurkan untuk nelayan,” ujar Malin seperti dikutip dari laman resmi Pemprov kepri.

Sementara itu Sekdaprov Kepri H. T.S. Arif Fadilah dalam paparannya menjelaskan, penambahan titik pembangunan penyalur BBM 1 harga Pemprov Kepri mengusulkan untuk menambah 21 Kecamatan dari 5 Kabupaten yaitu Kabupaten Kepulauan Anambas, Bintan, Lingga, Karimun, dan Natuna.

“Dari 5 kriteria yang ditetapkan oleh BPH migas untuk usulan penambahan lokasi, kita sudah memenuhi semua, termasuk adanya mitra pengusaha, dari 21 usulan Kecamatan, hanya 4 Kecamatan yang belum ada mitra pengusaha, untuk itu kita akan terus mendorong Pemda setempat agar 4 Kecamatan ini dapat tetap dimasukkan dalam usulan,” ujarnya

Oleh karena program ini banyak masyarakat yang merasa terbantu dan pada tahap pertama menunjukkan antusias masyarakat yang meningkat.

Ia juga mengungkapkan Untuk Keberhasilan program ini ada 5 faktor yang harus dimiliki oleh daerah yang dituju seperti Kecamatan tersebut tidak ada Penyalur, Ada Infrastruktur Pendukung, Ada Calon Pengusaha (Mitra) yang berminat, Faktor Keamanan dan Prioritas utama Daerah 3T. (*/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here