Independennews.com | SEMARANG – Aula Grhadika Bhakti Praja siang itu dipenuhi wajah-wajah muda penuh antusiasme. Mereka adalah putra-putri terbaik Jawa Tengah, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang siap mengukir sejarah di ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XIX, yang digelar pada 19–27 September 2025.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dengan penuh kebanggaan melepas 333 atlet yang akan bertanding di 17 cabang olahraga. Dalam pesannya, Luthfi menegaskan bahwa misi para atlet bukan sekadar mengejar medali. “Olahraga adalah bahasa universal yang mampu menyatukan. Setiap prestasi bukan hanya untuk Jawa Tengah, tetapi juga menjadi bekal berharga saat kalian lulus. Jadilah atlet yang bisa mengharumkan bangsa di level nasional. Dari lapangan, sebarkanlah pesan damai dan persatuan,” tegasnya.
Sebagai tuan rumah Pomnas XIX, Jawa Tengah tidak hanya menyiapkan arena pertandingan di Semarang dan Surakarta, tetapi juga memastikan kenyamanan, kesiapan, dan dukungan penuh bagi seluruh kontingen.
Ketua Bapomi Jateng, Handojo Djoko Waloejo, menegaskan komitmen tersebut. “Awalnya target kami peringkat dua. Namun dengan dukungan penuh dari Bapak Gubernur, harapan kami kini lebih besar: Jawa Tengah harus bisa meraih juara umum,” ujarnya optimistis.
Salah satu atlet andalan, Evi Yuliana, mahasiswi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), mengaku Pomnas bukan sekadar ajang lomba, melainkan kesempatan mempersembahkan yang terbaik bagi tanah kelahiran.
“Target saya lebih dari satu emas. Kali ini ikut dua kategori: perorangan dan mix,” ungkap Evi, mengenang keberhasilannya meraih medali emas di Pomnas 2023 lalu.
Kisah Evi hanyalah satu dari ratusan cerita perjuangan para atlet Jateng yang ditempa dari latihan keras, dedikasi tanpa lelah, serta dukungan dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan keluarga.
Bagi Pemprov Jateng, Pomnas XIX bukan semata pesta olahraga mahasiswa, melainkan juga momentum mempererat persaudaraan antardaerah serta menegaskan peran olahraga sebagai pilar pembangunan manusia Indonesia.
“Olahraga melahirkan generasi sehat, disiplin, dan tangguh. Inilah alasan kami memberikan perhatian penuh pada Pomnas kali ini,” tegas Gubernur Luthfi.
Dengan menjadi tuan rumah, Jawa Tengah ingin menunjukkan bahwa prestasi, persatuan, dan kebanggaan bangsa dapat lahir dari lapangan—dari semangat mahasiswa yang pantang menyerah.