independennews.com | Ungaran – Mendukung agenda ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto, Kepolisian Resor Semarang menggelar panen raya jagung di area perkebunan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX, Kelurahan Ngobo, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Senin, 2 Juni 2025.
Panen kuartal II ini digelar di lahan seluas enam hektare, dengan hasil panen mencapai 18 ton jagung. Kegiatan turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Semarang, antara lain Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Wakil Bupati Nur Arifah, Dandim 0714/Salatiga Letkol Inf. Guvta Alugoro, Kajari Ismail Fahmi, serta para pimpinan pengadilan negeri dan agama.
Kapolres Semarang, AKBP Ratna, mengatakan kegiatan ini merupakan implementasi dari instruksi Presiden terkait peran Polri dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. “Polri hadir bukan hanya menjaga kamtibmas, tapi juga sebagai penggerak ketahanan pangan. Kami terlibat langsung dalam penanaman hingga panen jagung ini,” kata Ratna dalam sambutannya.
Ia menambahkan, Polri telah merekrut Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan. Di Kabupaten Semarang, para Bakomsus telah berperan aktif, salah satunya melalui produksi pupuk organik yang digunakan dalam budidaya jagung di Ngobo.
Panen raya kali ini, ujar Ratna, mencakup 5,5 hektare dari total enam hektare lahan tanam, dengan tiga varietas bibit: Twin, Maxisi, dan Bhayangkara. “Dengan estimasi hasil 3,3 ton per hektare, total produksi panen ini sekitar 18,15 ton,” katanya.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, mengapresiasi inisiatif Polres Semarang dalam mendorong ketahanan pangan lokal. Ia menyebut Kabupaten Semarang memiliki sekitar 12.000 hektare lahan jagung, dengan estimasi hasil panen 69.000 ton. “Kebutuhan riil kami hanya 22.000 ton, artinya surplus sekitar 44.000 ton,” ujar Ngesti.
Ia juga menyambut baik program penyebaran benih jagung Serasi 38 oleh Polres Semarang ke seluruh wilayah kabupaten. “Hasil panen ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Ngobo dan sekitarnya,” ujarnya.
Acara panen raya ditutup dengan panen simbolis oleh Forkopimda, tamu undangan, dan kelompok tani Pluwang, menandai awal masa panen raya jagung di kawasan tersebut.(Dwi Saptono)