Polres Karimun Gelar FGD, Rio Sarankan Masyarakat Jeli Bermedsos

0
477

Independennews.com, Karimun — Polres Karimun menggelar Focus Grup Discussion (FGD) dalam upaya mencegah penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian di masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Wakapolres Karimun Kompol Agung Gima Sunarya saat membuka kegiatan diskusi menyampaikan masyarakat harus bijak dalam menyikapi berita yang menyebar di media sosial ataupun media massa.

Karena orang yang menyebarkan berita hoax pasti memiliki tujuan mengganggu keamanan dan ketertiban.

“Berita hoax yang disampaikan ke publik bersifat tidak benar atau bohong. Jadi jangan sampai terpancing. Karena tujuan dari penyebar berita hoax adalah menggangu kamtibmas yang merugikan masayrakat. Terlebih lagi menjelang saat pemilu serta pilkada,”ujarnya

Sementara itu narasumber dari Bagian Humas Pemkab Karimun, yang diwakili oleh Rio mengatakan, penyebaran berita hoax umumnya dilakukan di melalui medsos di internet.

Berdasarkan survey asosiasi penyelenggara jasa internet Indonesia, pengguna internet di Indonesia mencapai 132,7 juta jiwa atau 85 persennya mengakses internet melalui telepon seluler.

“Hoax secara bahasa artinya adalah kepalsuan yang sengaja dibuat untuk merayu sebagai kebenaran. Hoax menyebar dari medsos sekitar 92,4 persen, aplikasi chat dan media massa. Sedangkan isu terbanyak sosial politik 91,8 persen, sara dan kesehatan,” ujarnya.

Rio mengatakan bahwa peran pemerintah dalam menanggapi penyebaran berita hoax adalah dengan gerakan revolusi mental. Artinya gerakan seluruh rakyat indonesia bersama pemerintah untuk mempebaiaki karakter bangsa.

“Caranya harus cerdas dalam memanfaatkan internet secara baik tepat guna sesuai dengan etika, budaya dan norma yang berlaku,” tambahnya.

selain itu, Masyarakat juga harus jeli dan kebenaran berita, jangan sampai ikut menyebarkan berita dan ternyata berita atau informasi bohong, sehingga kita ikut ikutan terkena keratan hukum.

Dengan demikian perlu kita lakukan pengecekan alamat url, cek situs berita tersebut, cek kebenaran menggunakan media lain, gunakan fact-cheking, cek siapa penulis, narasumber serta model penulisannya.” Tutupnya (Razaali)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here