Penundaan Eksekusi Mati Bagi 14 Terpidana Mati, Bak’ Angin Segar

0
753
Terpidana Mati Merry Utami Penyelundup 1,1 Kg heroin (bergai sumber)

surabaya-Penundaan eksesukusi mati bagi 12 orang terpidana mati yang sebelumnya dijadwalkan akan dieksekusi pada hari Jumat (29/7/16) dini hari. Hal itu memberikan kesempatan bagi 12 orang terpidana mati untuk menghirup angin segar.

Meskipun demikian, para terpidana mati masih tetap menunggu kepastian kapan mereka dieksekusi. Salah satu terpidana mati Cahwati alias Merry Utami, Pihak keluarga atau mantan suami Merry di Desa Bogorejo Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, masih menunggu kepastian eksekusi terhadap mantan istrinya.

“Kita masih menunggu kepastian kapan pelaksanan eksekusinya. Kalau sudah, kita akan mempersiapkan segala sesuatunya termasuk persiapan penggalian liang hatat buat merry, tentunya kita harus menemui Lurah (Kades Bogorejo), untuk pemakamanya,” Ujar warsito seperti dikutip dari beritasatu

Sementara itu, kabar dari Devi, anak kandung Merry yang sedang memantau di Nusa Kambangan juga belum memberikan kabar kepastian proses eksekusi ibunya.”Ungkap warsito

Seperti diketahui bahwa Merry Utami awalnya seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Sebelum berangkat jadi TKW Merry tinggal bersama kakak kandungannya di Jalan Veteran, Dusun Notosuman RT 05 RW 05, Desa Singopuran, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Menurut penuturan Priyono (60), mantan Kepala Dusun Notosuman mengatakan,”Saya masih tetangga kakaknya, dan saya sempat yang membuatkan kartu tanda penduduk (KTP), Merry pada sekitar tahun 2000-an.” Menurut dia, Merry tinggal di rumah kakaknya tersebut sekitar satu tahun saja bersama kakanya,”ungkap Priyono seperti dikutip dari tempo

Paska Merry Utami menjadi TKI, sepulangnya ke indonesia dia kedapatan membawa heroin 1,1 kilogram di dalam tasnya. Ia ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta. Menurut pengakuannya, tas itu milik teman prianya asal Nepal. Merry telah menjalani hukuman 15 tahun penjara di Tangerang. Selanjutntya dia dijadwalkan akan dieksekusi mati pada jilid III, namun jaksa menunda eksekusi bagi 14 terpidana mati termasuk Merry Utami karena beberapa pertimbangan dari jaksa,”(berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.