Pengunjuk Rasa di Kawasan Industri Lobam, Hasil Rapid Test 2 Orang Reaktif

0
199

 

BINTAN, Masa buruh yang tergabung dalam KC FSPMI Bintan berunjuk rasa di depan pintu masuk Kawasan Industrial Lobam, kali ini mereka menuntut kenaikan Upah (UMK) Bintan 2021 dan menolak UU Omnibuslaw pada senin pagi (9/10/20) kemarin.

Dalam aksi tersebut selain menuntut kenaikan upah dan menolak UU omnibuslaw para buruh juga menuntut DPRD Bintan agar menyampaikan aspirasi buruh ke Pemerintah Pusat sesuai dengan janjinya serta mengharapkan pemerintah secara intens melakukan pengawasan terhadap TKA yang masuk ke Bintan.

Kapolres Bintan AKBP Bambang Sugihartono, S.I.K., M.M. menyampaikan, bahwa pihaknya menyiapkan sebanyak 500 personil gabungan yang siap mengamankan Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh para Buruh di Kabupaten Bintan yang dilaksanakan di depan Pos 1 kawasan Industri Lobam.

” Kami juga telah siapkan tim medis yang akan melakukan pengecekan rapid test kepada para buruh yang akan mengikuti aksi unjuk rasa tersebut. Hasil test itu dua orang pengunjuk rasa dinyatakan reatlktif oleh petugas medis, selanjutnya kedua orang tersebut langsung dilakukan karantina untuk diambil tindakan sweb, apabila hasil sweb positif maka akan di trasing yang bersentuhan dan dekat degan yang bersangkutan maka satgas covid akan laksanakan sweb guna trasing lanjutan,”ujar Kapolres dalam rilis yang diterima redaksi.

Oleh karena itu, kata Kapolres, kegiatan unjuk rasa itu diperbolehkan namun untuk situasi saat ini lebih baik tidak dilakukan dikarenakan saat ini wilayah kita salah satu wilayah yang masih terdampak oleh pandemic Covid-19, kegiatan unjuk rasa ini dapat menimbulkan efek buruk bagi para pendemo ataupun petugas karna kurangnya dan minimnya kepatuhan Protokol Kesehatan yang diterapkan seperti menjaga jarak. Dan sangat disayangkan jika hal ini akan menjadi penyebab banyaknya mayarakat Kabupaten Bintan terpapar Covid-19.

Untuk mengamankan jalan nya aksi demo ini, Polres Bintan menurunkan personilnyasebanyak 500 personil yang tergabung dari TNI, Brimob Polda Kepri, Polres Tanjungpinang, Satpol PP dan DISHUB Kabupaten Bintan. Dikarenakan aksi yang dilakukan pada saat masa pandemi Covid-19 kemudian polisi menyediakan tempat rapid test untuk diperiksa terlebih dahulu sebelum para buruh menyampaikan aspirasinya.

Aksi unjuk rasa dilaksanakan dari pukul 06.00 Wib hingga pukul 15.00 Wib setelah Pjs Bupati dan apindo hadir dan menampung aspirasi peserta unjukrasa. (Red/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here