IndependenNews.com , Taput | Puluhan Hektar hutan disekitar kaki gunung Dolok Martimbang Desa Banuaji II, Kecamatan, Adian Koting,
Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumut, mengalami gundul akibat penebangan oleh sejumlah pengusaha kayu.
Pantauan awak media ini di lokasi sekitar kaki gunung Dolok martimbang terlihat ribuan batang kayu bekas penebangan, sehingga areal kaki gunung dolok martimbang gundul. Diperkirakan lahan gundul itu mencapai 11 hektar.
Meskipun aktivitas penebangan hutan di areal gunung dolok martimbang ini dilakukan secara terang-terangan namun Dinas terkait sepertinya tutup mata.
Informasi yang diperoleh dari seorang warga Kec.Adian koting, Lumban Tobing mengatakan aktifitas penebangan hutan itu berlangsung dalam saru bulan dan hasilnya puluhan Ha hutan menjadi gundul.
“Sepengetahuan saya, kegiatan penebangan dilakukan dalam waktu satu bulan, namun puluhan ha hutan menjadi gundul. Proses nya sangat cepat,”ungkap Lumban Tobing dengan nada kentalnya dialek bahasa batak
Dia juga menceritakan, sekitar tahun 2019 pernah ada aktivitas penebangan dilokasi yang sama. Saat itu aktivitas penebangan terhenti karena masyarakat melakukan Protes kepada pengusaha.
Sekarang, Kata Tobing, kambuh kembali dengan terjadinya penebangan hutan di areal yang sama, namun masyarakat sekitar terkesan tutup mata atau seolah-olah mereka membiarkan hal itu terjadi.
Tobing tidak mau berspekulasi. Dia hanya mengatakan tidak tahu alasan warga kenapa tidak protes lagi.
“Memang dulu di lokasi itu ada penebangan sekitar tahun 2019, cuma karena protes warga penebangan di stop,”kisahnya
Sedangkan untuk saat ini dikatakan,
kegiatan penebangan hutan di lokasi kaki Dolok Martimbang itu sudah beberapa hari tidak terlihat ada aktifitas.
Hingga berita ini diunggah, Dinas Kehutanan Taput belum dapat dikonfirmasi, atas aktivitas pembalakan hutan tersebut, diduga Dinas Kehutanan Taput menerima upeti dari Mafia Pembalakan Hutan.
(Maju simanungkalit)