Pemimpin Hamas Yahya Sinwar Tewas, Hizbullah dan Iran Berduka

Yahya Sinwar, pemimpin gerakan Islam Hamas Palestina di Jalur Gaza. @Mohammed Abed/AFP

IndependenNews.com | Lebanon – Iran dan Hizbullah berduka atas kematian pemimpin Hamas Yahya Sinwar. Keduanya menyatakan bahwa mereka siap untuk menanggapi Israel. Sinwar dianggap sebagai dalang serangan Israel pada 7 Oktober 2023 lalu.

Israel menggunakan serangan itu sebagai alasan untuk menyerbu Gaza tanpa belas kasihan selama setahun terakhir. Serangan Israel membunuh lebih dari 41 ribu orang, yang merupakan mayoritas warga sipil Gaza.

Saat ini, Israel mendapat kecaman global dan diminta untuk berurusan dengan mahkamah internasional atas kasus genosida di Gaza.

Sinwar ditunjuk sebagai pemimpin Hamas setelah Ismail Haniyeh meninggal dunia di ibu kota Iran, Teheran, pada Juli lalu. Sangat mungkin bahwa Haniyah dibunuh oleh Israel. Sinwar, di sisi lain, dilaporkan tewas pada Rabu (16/10) di selatan Gaza. Diduga dia tewas karena bersembunyi di terowongan di bawah Gaza.

Pada awalnya, seorang pejabat Israel, yang namanya dirahasiakan, mengatakan bahwa Sinwar dibunuh dalam baku tembak oleh tentara mereka yang tidak sadar. Namun, pada Kamis (17/10), Menlu Israel, Israel Katz, akhirnya mengkonfirmasi kematian Sinwar.

Hamas belum memberikan pernyataan sampai saat ini tentang kematian Sinwar. Setelah pengumuman kematian Sinwar, sekutu Hamas langsung memberikan pernyataan. Iran menyatakan bahwa mereka tidak akan berhenti mendukung Hamas dalam perjuangannya melawan Israel.

Misi Iran untuk PBB menyatakan, seperti dikutip dari Reuters, bahwa semangat perlawanan akan diperkuat. Hizbullah juga marah. Organisasi yang menentang agresi Israel di Lebanon itu menegaskan bahwa fase baru perang telah dimulai.

Hizbullah menyatakan, “Ini adalah transisi ke fase dan eskalasi baru dalam konfrontasi melawan Israel.” (Sumber: Reuter)

You might also like