Pemda Anambas dan BPS Anambas Gelar Rapat Bahas IPM dan Ekspor Impor

0
46

INDEPENDENNEWS.COM, ANAMBAS –Bupati KKA memimpin Rapat Pemerintah Daerah Bersama BPS untuk membahas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Ekspor-Impor Tingkat Kab. Kep. Anambas, Selasa (21/5/19) bertempat di Aula Rapat Kantor Bupati, Pasir Peti, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), Kepri.

Rapat tersebut dihadiri dianataranya Wan Zuhendra (Wakil Bupati KKA), Donny Cahyo Wibowo (Kepala BPS KKA), Sahtiar (Sekda KKA), Syarif Ahmad (Kabag Umum KKA), Adies Saputra (Kepala Bappeda KKA), Akmaruzzaman (Kabag Humas KKA), Masykur MT (Kadis Pariwisata dan Budaya KKA) dan jajaran asisten serta OPD KKA.

Bupati KKA Abdul Haris menyampaikan beberapa hal, sebelumnya ia mengucapkan terima kasih kepada para peserta rapat dalam membahas IPM dan Ekspor-Impor Tingkat Kab. Kep. Anambas.

Pertama, kita dapat mengetahui pembangunan manusia didefinisikan sebagai proses perluasan pilihan bagi penduduk, yakni kegiatan yang dilakukan dengan meningkatkan kemampuan manusia dan pemanfaatan kemampuan yang dimilikinya untuk bekerja, menikmati kehidupan serta aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan seperti kebudayaan, sosial dan politik.” katanya

Ditempat yang sama, Kepala BPS KKA Donny Cahyo Wibowo menyampaikan bahwa ada peningkatan nilai ekspor Kabupaten Kepulauan Anambas Bulan Maret 2019 sebesar 1,79 persen dibanding ekspor Februari 2019. Tentu ini menjadi nilai plus tersendiri bagi Kab. Kep. Anambas. Walaupun pada bulan Maret 2019 tidak ada kegiatan impor di wilayah Kab. Kep. Anambas.

Dikatakan Donny Cahyo Wibowon tentang IPM dan Ekspor-Impor Tingkat Kab. Kep. Anambas, yang perlu dibahas pertama mengenai IPM, dimana merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia.

” IPM juga menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan antara lain pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.” ujarnya

Lanjut Dony, Hasil rekapan BPS KKA bahwa pembangunan manusia di Kabupaten Kepulauan Anambas terus mengalami kemajuan yang ditandai dengan terus meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Pada tahun 2018, IPM Kabupaten Kepulauan Anambas telah mencapai 67,53. Angka ini meningkat sebesar 0,47 poin dibandingkan dengan IPM KKA pada tahun 2017 yang sebesar 67,06. IPM dibentuk oleh tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat (a long and healthy life), pengetahuan (knowledge), dan standar hidup layak (decent standard of living).

” Umur panjang dan hidup sehat digambarkan oleh umur harapan hidup saat lahir, yaitu jumlah tahun yang diharapkan dapat dicapai oleh bayi yang baru lahir untuk hidup, dengan asumsi bahwa pola angka kematian menurut umur pada saat kelahiran sama sepanjang usia bayi.

“Pengetahuan diukur melalui indikator harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah. Harapan lama sekolah didefinisikan sebagai lamanya (tahun) sekolah formal yang diharapkan akan dirasakan oleh anak umur 7 tahun di masa mendatang.

Poin-poin yang mempengaruhi IPM Anambas yakni : Harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, angka harapan hidu dan pengeluran dengan capaian Rp. 11.894 per Kapita per tahun.

Sedangkan mengenai Ekspor-Impor, dimana Nilai ekspor Kabupaten Kepulauan Anambas Maret 2019 mencapai US$ 216,06 juta atau mengalami peningkatan sebesar 1,79 persen dibanding ekspor Februari 2019. Peningkatan nilai ekspor Maret 2019 disebabkan meningkatnya ekspor sektor migas.

“Negara tujuan ekspor Kabupaten Kepulauan Anambas bulan Maret 2019 dengan nilai terbesar adalah ke Negara Singapura yaitu mencapai US$ 198,81 juta, diikuti dengan Negara Malaysia. Dimana pada bulan ini ekspor ke Negara Singapura mengalami peningkatan sebesar 12,99 persen dibandingkan keadaan bulan Februari 2019, yaitu dari US$ 175,95 menjadi US$ 198,81 juta.

“Apabila dilihat dari kumulatif Januari-Maret 2019, negara tujuan dengan nilai ekspor terbesar adalah ke Negara Singapura yaitu mencapai US$ 690,88 juta atau sebesar 88,44 persen dari total ekspor kumulatif Januari-Maret 2019. Ekspor kumulatif ke Singapura pada Januari-Maret 2019 mengalami kenaikan dibandingkan keadaan bulan Januari-Maret 2018, yaitu sebesar 124,24 persen.

Malaysia merupakan negara tujuan ekspor terbesar kedua secara kumulatif Januari-Maret 2019 dengan nilai sebesar US$ 72,60 juta dan peranan sebesar 9,29 persen. Negara tujuan terbesar ketiga dan seterusnya berturut-turut adalah Thailand dan Hongkong. Kedua negara tujuan ekspor Kabupaten Kepulauan Anambas tersebut mempunyai peran sebesar 2,27 persen terhadap total ekspor Kabupaten Kepulauan Anambas Januari-Maret 2019.

Sementara itu, Pada bulan Maret 2019 maupun Februari 2019, Kabupaten Kepulauan Anambas tidak ada kegiatan impor non migas. Satu-satunya komoditas ekspor non migas Kabupaten Kepulauan Anambas pada bulan Januari-Maret 2018 adalah Perabot, penerangan rumah (94) dengan nilai sebesar US$ 62,50 ribu.

“Pihaknya mengapresiasi dengan adanya rapat yang diselenggarakan Pemda ini dengan mengundang kami dari BPS KKA. Dimana Pemda KKA bisa melihat kekurangan dan kelebihan atas pembangunan yang berlangsung di daerah selama ini berdasarkan data yang ada.

Selanjutnya, diharapkan dari evaluasi atas capaian yang digambarkan dari data-data yang BPS sajikan tersebut. Pihaknya berharap Pemda bisa membuat langkah-langkah yang dianggap perlu untuk perbaikan ke depan.

Dari sisi BPS, dengan adanya rapat tersebut, data yang dihasilkan oleh BPS jadi termanfaatkan, tidak hanya tersimpan dalam perpustakaan. Dengan demikian, perencanaan pembangunan ke depan bisa diprioritaskan pada gejala yang nampak dari data yang ada.” jelasnya (As)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.