Pembangunan Pendidikan Belum Merata di Daerah Perbatasan Lingga

0
112
Foto : Pejalar SD di Perbatasan Lingga

Independennews.com, Lingga | Akses dunia pendidikan di Kabupaten Lingga masih belum merata terutama di bagian Daerah Terluar atau perbatasan.

Salah satunya SD Negeri 005 Kecamatan Singkep Selatan yang terletak di Desa Berhala yang berbatas dengan Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi

Sarana dan prasana pendidikan di SD Negeri 005 tersebut sangatlah minim, mulai dari persoalan biaya transportasi yang sangat mahal, tak sebanding dengan gaji guru honorer yang hanya 600 ribu perbulan hingga fasilitas pembangunan sekolah yang serba tidak lengkap.

Mahalnya biaya transportasi menjadi persoalan yang utama, bagi pengajar. “mau menangis tidak ada air mata, mau menjerit tidak ada suara” kata Juniardi kepala sekolah SD Negeri 05 Berhala. Kepada Wartawan Independennews. Com, saat di konfirmasi, Selasa (28/9/2021)

Dikatakan Juniardi, transportasi reguler tidak ada, tranportasi harus dicarter, spit dari pelabuhan Dabo dengan biaya sekali jalan 1 juta, itupun pada musim gelombang tenang, jika memasuki musim Utara dan selatan tidak ada yang mau mengantar kalau adapun biayanya memjadi 2 juta rupiah

Selain itu, ada lagi tugas penting yang harus diselesaikan secara online maupun kedinasan, sesuai dengan kapasitas sebagai Kepala Sekolah.

“Mahalnya transportasi menjadi persoalan yang sangat pelik bagi kami, tranportasi melewati Tanjung krueng 700 ribu, dan dari Resang Singkep Selatan biaya 750. Jadi jika ingin pulang terpaksa harus pandai pandai namun jika sipatnya urgen terpaksa harus cater spit.” ya inilah persoalan persoalan yang kami hadapi” ungkap Juniardi.

Kendala yang menjadi keluhan para Guru, kata Juliardi, dulu sudah kami sampaikan ke sekda Kabupaten Lingga, namun hingga kini alat transportasi khusus belum terialisasi.

Sementara itu di sisi pembangunan sekolah juga sangat minim, sejak dibangun pada tahun 2002 lalu, telah diusulkan agar pemerintah merelokasi pembangunannya kembali mengingat keadaan fisik bangunan sudah tidak memungkinkan lagi untuk direnofasi, pondasinya sudah pada retak dan pecah, atap sudah banyak bocor.

selain itu sekolah ini tidak memiliki WC baik untuk guru maupun anak didik

“Bagunan yang ada saat ini yakni Bangunan 6 Kelas dengan jumlah tenaga pendidik guru PNS 4 orang, guru Honor 2 orang, GTT Kabupaten 1 0rang serta Penjaga Sekolah 1 Orang dengan Jumlah Murid 20 orang Kelas 1 hingga kelas 6

Sementara itu dengan segala kekurangan semua fasilitas terkait kualitas peserta didik tidak terganggu mutu pendidikan standard, konsep baca, tulis, hitung anak terbilang mampu.

Hingga berita ini diunggah Dinas Pendidikan Lingga belum dapat dikonfirmasi. (juhari purwadi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here