Pelaporan Pengelolaan Limbah Medis Rumah Sakit ke E-Monev Masih Minim

0
271

INDEPENDENNEWS.COM, LINGGA –Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, dari 29 Rumah sakit yang tersebar di Provinsi Kepri, enam diantaranya baru terdaftar di E- Monev (Monitoring dan Evaluasi) mengenai pelaporan pengiriman jumlah Limbah medis yang dihasilkan dari Rumah sakit.

Dari 6 Rumah sakit tersebut termasuk salah satunya Lingga yang terdaftar di E- Monev, total jumlah keseluruhan yang menghasilkan limbah medis mencapai 6 ton, jadi rata rata per rumah sakit menghasil 1 ton limbah setiap bulannya, baik itu limbah padat maupun cair.

Hal ini di ketahui pada saat Seksi Kesling dan Kesjaor Dinkes provkepri, Asmali melaksanakan Rapat Koordinasi pengelolaan Limbah medis Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) yang di gelar Dinas Kesehatan Provinsi Kepri bersama jajaran diLingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga bertempat di gedung Sanggar Praja Dabosingkep, Jumat (1/11/2019) kemarin.

Asmali mengatakan, yang menjadi pertanyaan saat ini, bagi yang tidak menyampaikan laporan hasil limbah medisnya ke E- Monev, lalu limbahnya di kemanakan..?

Bahkan menurut informasi yang di terima dari salah satu Puskesmas
dalam sehari ada yang hanya menghasilkan limbah 0,5 kg saja namun demikian keakuratan datanya mesti di tinjau kembali

“apa ia, hasilnya segitu, menurut mereka itu sudah sesuai laporan,” kata Asmali.

Untuk itu Asmali mengimbau agar petugas yang berkempeten dalam hal ini dapat memeriksa laporannya dengan jeli, supaya tidak ada kesan asal buat saja.

“Setelah diperiksa dengan teliti pelaporannya tidak sama dengan fakta di lapangan,” ujar Asmali

Mesti ada rincian pelaporannya, ada pasien, ada limbahnya seperti botol infus, jarum injeksi dan lainnya.

Dia menyayangkan, Kapus dan direktur selaku pemberi kebijakan di daerah tidak dapat hadir dalam rapat koordinasi ini, apa lagi tentang pengelolaan limbah medis, jika tidak dikelola dengan baik dapat membahayakan kesehatan manusia.” tutupnya

Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang Promkes Dinkes PPKB Kabupaten Lingga Wahyudi Eka Putra nenyampaikan, bahwa rapat koordinasi terkait masalah limbah diharapkan yang hadir kepala puskesmas atau direktur rumah sakit, bukan diwakilkan.

“Seperti pada rapat kali ini hanya diwakilkan, padahal rapat ini sangat Penting terkait pengelolaan limbah, karena apabila salah melakukan pengelolaan akan ada sangsi hukumnya, makanya sangat penting,” tegas wahyudi (Juhari )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.