Oknum Pegawai DLH Kota Batam Berlaku Kasar Kepada Warga Saat Razia ‘Nada Memaki’

0
239
Foto : Spanduk Larangan Buang Sampah Sembarangan di TPS Pasar Aviari , Kecamatan Batuaji , Batam

INDEPENDENNEWS.COM, Batam – Razia penegakan Perda nomor 11 tahun 2013  oleh tim gabungan yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Pemerintah Kecamatan Batu Aji, Sat Pol PP Kota Batam, dan Babinsa setempat, yang dilaksanakan pada hari Jumat (24/04/2021) dini hari, persisnya di belakang pusat perbelanjaan komplek pasar Aviari Plaza, Kelurahan Buliang, sempat diwarnai kericuhan.

Kericuhan dengan suara-suara cukup keras pada tengah malam tersebut semestinya tidak perlu terjadi, jika wanita paruh baya atau oknum yang mengaku sebagai pegawai di Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam tersebut tidak berlaku arogan, dan berkata kasar.

Kata-kata kasar, dan sikap yang terkesan arogan, dari salah seorang oknum pegawai di DLH Kota Batam ini bermula dari tertangkapnya salah seorang warga berpakaian Ormas, yang kedapatan membuang sampah secara sembarangan ditempat yang sudah dilarang membuang sampah.

Warga yang menggunakan pakaian salah satu Ormas tersebut sempat terdengar mencoba melakukan pembelaan diri atas tindakan pembuangan sampah secara sembarangan yang dilakukannya. Bahkan dirinya sempat terdengar mengatakan akan memanggil majikannya, untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Tidak terima dengan pernyataan warga yang terkesan melakukan pembelaan diri tersebut, membuat wanita, atau oknum pegawai DLH ini tiba-tiba marah dengan berkata kasar dan juga menunjukkan sikap yang terkesan sangat arogan.

Bahkan oknum pegawai DLH Kota Batam tersebut, sempat mengucapkan kata-kata yang diduga bermuatan arti negatif, bahkan tanpa sebab decara tiba-tiba oknum tersebut juga melontarkan kata-kata yang terkesan menantang Gubernur dan juga Presiden.

“Saya lagi bertugas bapak, tolong hargai kami. Saya resmi dari pemerintah bapak,” ucapnya.

Namun karena warga berpakaian Ormas yang kedapatan membuang sampah sembarangan tersebut berusaha menjawab, oknum pegawai DLH tersebut terlihat bertambah emosi sambil berkata-kata dengan nada sangat tinggi.

“Panggil pemerintahnya! Siapa? Panggil, tunjukkin sama saya, panggil, telepon! Ya udah telepon, panggil majikannya,” bentaknya.

Saat warga tersebut berusaha untuk memanggil majikannya dengan meminta kunci sepada motornya, oknum pegawai tersebut dengan nada membentak mengatakan, “Tidak bisa! Jalan sana, panggil!,” bentaknya.

Lanjutnya lagi, “Jangan begitu, saya Pemerintah. Jangan ngeyel sama saya, jangan pikir saya bisa diatur-atur sama kalian. Kancoklah,” ucapnya.

Tidak hanya itu, tanpa sebab yang jelas oknum pegawai DLH Kota Batam ini juga tiba-tiba menantang Gubernur dan juga Presiden, padahal disana, baik pihak warga yang tertangkap membuang sampah tidak ada yang sedang membicarakan, atau sedang pamer bekingan.

“Gubernur bawa kesini! Jadi bukan apa-apa ya bapak-bapak, saya bisa keras kalau kalian ngeyel. Saya paling ringan, saya paling oke, saya paling enak. Tapi kalau kalian benturkan saya seperti ini, saya bisa ngamuk!,” ucapnya sambil memukul meja didepannya.

Katanya lagi, “Saya paling enak dilapangan, tapi kalau kalian seperti ini terus sama saya, ditekan terus sama saya, hajab kalian saya bikin. Mau Gubernur, Presiden, panggil saya! Ngerti Pak? Ngerti!,” bentaknya lagi.

Usai membentak-bentak warga, selanjutnya tim melakukan pendataan terhadap warga yang melakukan pelanggaran dengan cara memintai berupa foto copy atau foto KTP.

Mengenai sikap yang kurang terpuji, atau sikap yang terkesan arogansi dari oknum pegawai DLH Kota Batam tersebut, pimpinan DLH Kota Batam, Herman Rozie, dan juga Walikota Batam, HM Rudi, belum dimintai tanggapan.

Apakah memang petugas di lapangan diinstruksikan untuk berlaku kasar terhadap warga, serta memang diperbolehkan menantang-nantang Gubernur dan juga Presiden Sebagaimana yang ditunjukkan oleh oknum tersebut.

Bahkan, atas tindakan yang terkesan arogan yang dilakukan oleh oknum pegawai DLH tersebut terhadap warga, Arman yang juga selaku Kepala Seksi di DLH Kota Batam, yang berada di tempat terlihat tidak dapat berbuat apa-apa. Bahkan Arman terlihat diam tanpa ada upaya untuk menghentikan atau menegur sikap arogansi dari oknum tersebut. (Ls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here