Oknum LPM Kecamatan Sagulung Diduga Lindungi Ameng Pelaku Penebangan Pohon Penghijauan

0
365

BATAM, INDEPENDENNEWS.COM –Diduga untuk kepentingan pribadi, Ameng melakukan tindakan semena-mena melakukan penebangan pohon penghijauan, pada Jumat 29 November 2019 lalu. Perbuatan Ameng tersebut telah melanggar Perwako Batam No.35 Tahun 2012 tentang pemangkasan dan penebangan pohon. Anehnya tindakan yang dilakukan Ameng hingga menjelang akhir Desember 2019 belum juga diproses.

Menanggapi tindakan Ameng yang tak kunjung diproses, muncul berbagai asumsi dan pandangan masyarakat terhadap tindakan Ameng yang dianggap semena-mena itu, bahkan sebahagian warga Sagulung berpandangan jika tindakan yang dilakukan Ameng bukan suatu pelanggaran terhadap aturan, maka warga lain juga bisa melakukan hal yang sama.

“Kita lihat saja kedepan, jika tindakan yang dilakukan Ameng menebangi pohon tidak mendapat Sanksi dari Instansi terkait. Maka kita juga akan ikutan menebang pohon-pohon yang ada ditepi jalan,” Ujar^ warga yang namanya tidak disebutkan.

Tidak sampai disitu. Perbuatan Ameng yang seolah-olah mengkangkangi Perwako Batam No.35 Tahun 2012 ini juga mendapat berbagai reaksi disalah satu grup Medsos Sagulung. Salah seorang anggota grup Medsos tersebut menuding adanya keterlibatan salah seorang oknum dari LPM Kecamatan Sagulung, yang menurutnya berusaha mencoba melindungi Ameng, dengan mendatangi Mako Sat Pol PP dan menjelaskan bahwa pohon yang ditebang Ameng merupakan pohon yang ditanam oleh Ameng sendiri.

“Perbuatan Ameng belum juga dapat diselesaikan, diduga ada oknum LPM Sagulungb mendatangi Mako Sat Pol PP untuk memberikan penjelasan terkait siapa yang menanam pohon yang ditebangi oleh saudara Ameng.” ujarnyan

Dia juga mempertanyakan kapasitas dan kepentingan oknum LPM Sagulung yang membenarkan tindakan penebangan pohon penghijauan yang dilakukan saudara Ameng.” tulisnya dalam postingannya pada Selasa (24/12/2019) sekitar pukul 21.30 WIB. Komentar tersebut mimicu munculnya tanggapan atas tindakan Ameng.

Terkait kasus penebangan pohon penghijauan ini sempat senyap beberapa saat Camat Sagulung Reza Khadafi beberapa waktu lalu sempat memberi tanggapan atas persoalan ini. Camat Sagulung dalam tulisannya menuliskan, bahwa apa yang dilakukan Ameng ini, akan diganjar dengan dengan denda atau kurungan 3 bulan penjara apabila Ameng tidak hadir untuk memberikan keterangan kepada penyidik PPNS Sat Pol PP yang berwenang.

Namun apa yang dinyatakan oleh Camat Sagulung melalui tulisannya sepertinya hanya lift service, karena hingga kini Sanksi yang menurutnya akan dikenakan kepada Ameng belum terealisasi.

Komentar Camat Sagulung dan tindakan yang belum direalisasikan sebagai pemicu ketidak puasan bagi warga Sagulung. Sebagai bentuk ketidak puasan warga meminta agar masalah ini dapat didudukkan bersama.

“Panggil semua dan dudukkan bersama kita gelar dan cari serta dapatkan kebenarannya.

  1. Jajaran LPM Kecamatan Sagulung.
  2. Ameng pelaku usaha
  3. Sat Pol PP (Mako Sat Pol PP)
  4. Serta saksi yang mendengar langsung informasi itu bergulir.

Mengetahui

  1. Pihak Kecamatan Pak Camat atau yang mewakili.
  2. Pihak Kelurahan atau yang mewakili
  3. Perangkat desa RT/RW
  4. Tokoh masyarakat Sagulung
  5. Aktivis/LSM Kecamatan Sagulung
  6. Awak media

Dengan demikian kita bisa bersama mendengarkan serta membuktikan kebenaran informasinya,” tulis salah seorang warga. (Ls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here