Notaris Banjarnegara Dilaporkan ke Polisi, Tika Silviana: Siap Tempuh Jalur Hukum

Tika Silviani Sasongko sedang lakukan umroh

Independennews.com | BANJARNEGARA – Seorang notaris bernama Tika Silviani yang berkedudukan kantor di Banjarnegara, Jawa Tengah bakalan lapor balik atas kasus dugaan pencemaran nama baik yang menimpanya.

Pasalnya, Notaris ini dilaporkan oleh kliennya inisial Y ke Polres Banjarnegara atas kerugian terkait biaya pengurusan hingga belasan juta rupiah. Tak hanya itu, dirinya juga diberitakan di salah satu media online dengan judul ‘Korban Notaris TS Kembali Bermunculan, Warga Jakarta Selatan Laporkan Dugaan Penipuan ke Polisi’.

Menanggapi hal itu, notaris Tika mengadakan konferensi pers melalui zoom meeting pada Jumat, 25 April 2025. Dikarenakan, yang bersangkutan sedang menjalankan ibadah umroh.

“Terkait biaya, kami selaku notaris bahwa mengenai jumlah biaya yang wajib ditunaikan oleh setiap pihak adalah sesuai dengan nilai honorarium Notaris yang tertuang dalam peraturan perundang-undangan dan telah disepakati bersama. Nilainya 1 hingga 2,5 persen dari transaksi,” kata Tika.

Pelaporan yang menyeret namanya, kata dia, adanya dugaan segelintir orang dari oknum lembaga yang sengaja ingin mencari cari atau sakit hati dengan tujuan mendapatkan sesuatu.

Lebih lanjut, Tika mengatakan akan memberikan somasi kepada pihak media yang diduga tidak berbadan hukum dan tidak terverifikasi dewan pers. Atas dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial yang diatur Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Kami bersama team telah mengumpulkan bukti-bukti dan saksi atas perbuatan hukum yang telah dilakukan oleh oknum-oknum yang menjadi dalang dari rentetan kejadian dan peristiwa ini. Surat aduan juga sudah kami layangkan ke beberapa instansi seperti propam Polda Jateng hingga Kapolri,” ujarnya.

Melalui konferensi pers yang diadakan ini, Tika berharap pernyataannya bisa tersiar ke hal layak umum dan masyarakat bisa mendapatkan informasi lebih bijak sehingga terhindar dari berita hoaks.

“Saya berharap masyarakat bisa lebih bijak dan lebih rasional dalam melihat dan menilai suatu peristiwa agar tidak menimbulkan dampak negatif di kemudian hari,” pungkasnya.(All Assagaf_&_S Febriyansyah)

You might also like