Konsep Kepemimpinan memiliki arti penting dalam kemampuan individu untuk menggerakan orang lain dan mengarahkan organisasi untuk mewujudkan tujuannya.
Nadiem Anwar Makarim, selaku menteri dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (KEMENDIKBUDRISTEK RI) memegang peran kunci dalam menjalankan fungsi seorang pemimpin dimana antara lain sebagai instruktur, konsultan, pendorong partisipasi, delegasi, dan kontrol untuk memotivasi anggota organisasinya dan mencapai tujuan kementerian.
Namun, aspek kunci dari karir politiknya adalah gaya kepemimpinannya dan bagaimana hal itu menyesuaikan diri dengan sektor publik Indonesia. Untuk memahami sepenuhnya apa yang membuat orang di belakang Gojek dan KEMENDIKBUDRISTEK RI, penting untuk memahami bagaimana dia memimpin organisasi dan bagaimana hal itu dapat berdampak pada masa depan Indonesia.
Gojek
kepemimpinan Pak Nadiem yang paling menonjol dimulai pada perannya sebagai Pendiri dan CEO Gojek dari 2010-2019. Berawal dari ketidaknyamanan sederhana dalam memesan ojek, idenya untuk menjembatani kesenjangan antara penawaran dan permintaan antara pengendara dan ojek menjadi jalur kebangkitan Gojek dan digitalisasi ride-hailing Indonesia dan mobilitas bersama secara umum sampai beliau dapat membawa Gojek menjadi decacorn pada tahun 2019.
Di sinilah tunas pertama kepemimpinannya membuahkan hasil ketika expert power Pak Nadiem termanifestasi dengan jelas. Dengan datang ke lokasi, mengidentifikasi peluang di pasar, dan memiliki kecerdasan untuk mengeksplorasi peluang tersebut, orang-orang di sekitar Pak Nadiem mulai mempercayainya karena kecerdasannya yang dapat membangun kredibilitasnya sebagai pemimpin.
Sepanjang perjalanan ini, Pak Nadiem menghargai sentimen keluarga dan kebersamaan untuk menciptakan tim yang erat dan memberdayakan individu-individu yang bekerja di bawahnya dan di sekitarnya. Perilaku Pak Nadiem sebagai pemimpin dapat direpresentasikan oleh gaya servant leadership dan transformational leadership. Pak Nadiem mewujudkan sentimen kepemimpinan ini melalui dua mekanisme utama; interaksi dan inovasi.
Interaksi yang menjadi ciri has dari gaya kepemimpinan servant leadership ditunjukkan melalui cara dia memperlakukan karyawannya dengan hormat bersama dengan mitra pengemudinya dengan kebaikan yang dia rasa pantas mereka terima. Ini berfungsi untuk memperkuat ekosistem yang diandalkan Gojek sebagai organisasi, mitra eksternal (pengemudi), dan kepercayaan pengendara terhadap layanan baru sebagai landasan peluncuran penting dalam kebangkitan Gojek.
Kedua, inovasi yang digarap Pak Nadiem tidak hanya merupakan upaya aspirasinya, tetapi juga perluasan potensi pegawainya dengan gaya kepemimpinan transformational leadership. Lini bisnis Gojek tidak hanya membutuhkan dan melakukan inovasi yang tak terhitung jumlahnya untuk mencapai puncaknya selama kepemimpinan Menteri Nadiem, tetapi melalui delegasi dan pemberdayaan Menteri Nadiem berhasil mengembangkan Gojek menjadi super app yang menggali industri pengiriman makanan, FinTech, dan banyak lagi melalui pembentukan aplikasi lain seperti GoFood dan GoPay.
Dalam teknis kepemimpinannya, Pak Nadiem menunjukkan sifat atau trait sebagai seorang pemimpin yang paling baik ditangkap melalui kecerdasannya, kehati-hatiannya, keterbukaannya terhadap pengalaman, dan kestabilan emosinya. Sifat-sifat inilah yang memungkinkannya untuk sukses di Gojek dan melanjutkan kesuksesannya di pemerintahan.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
Setelah lulus dari sektor publik, pada tanggal 23 Oktober 2019 Menteri Nadiem dilantik sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (KEMENDIKBUD RI) dan kemudian menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (KEMENDIKBUDRISTEK RI) di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Kampanye kementeriannya dijalaninya oleh gaya kepemimpinan visioner dalam mengembangkan kerangka yang ditetapkan KEMENDIBKUDRISTEK untuk calon pelajar Indonesia masa depan yang ideal yaitu Pelajar Pancasila. Pelajar Pancasila itu sendiri memegang nilai-nilai ketuhanan yang maha esa, inklusif secara internasional, gotong royong, kreatif, kritis analitis, dan mandiri. Untuk memfasilitasi tumbuhnya generasi muda Indonesia menjadi tipe pembelajar seperti ini, Pak Nadiem telah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk mengubah secara drastis iklim pendidikan Indonesia seperti program Kampus Merdeka , penghapusan Ujian Nasional (UN), dan evaluasi pendanaan ke berbagai jenjang pendidikan serta kebijakan tanggap Covid-19 seperti penurunan biaya pendidikan tinggi, subsidi kredit jaringan, pembelajaran jarak jauh berbasis digital, dan kemitraan dengan Netflix untuk menyediakan program pendidikan yang disiarkan bagi siswa yang kesulitan koneksi internet.
Masa Depan Kepemimpinan di Sektor Publik Indonesia
Nadiem Makarim adalah prototipe pemimpin nasional gelombang baru Indonesia. Cerdas, kharismatik, dan dekat dengan rakyat, cetakan pemimpin ini dapat melahirkan pembangunan Indonesia yang berupaya keluar dari pandemi Covid-19 dan memasuki era baru yang diatur oleh megatren bersama dengan Visi Indonesia Emas 2045. Pak Nadiem telah menerapkan gaya servant leadership dan transformational leadrship di sektor swasta yang berevolusi menjadi kepemimpinan visioner dalam publik.
Perbedaan implementasi gaya kepemimpinan Pak Nadiem yang menuntut evolusi ini pada akhirnya terletak pada tujuan operasi organisasinya (untuk keuntungan dan nilai publik) dan ruang lingkup (basis pelanggan Gojek dan masyarakat Indonesia). Namun, Pak Nadiem menunjukkan bahwa konversi gaya kepemimpinan tersebut dapat berhasil terutama di masa disrupsi besar seperti pandemi COVID-19 di mana kelincahan dituntut dari pemerintah. Secara keseluruhan, Pak Nadiem Makarim layak menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi generasi ini bukan hanya karena kualifikasi dan karyanya yang progresif, tetapi untuk menjadi north star semua pemimpin masa depan Indonesia.
Referensi
Ferryno, MH (2020). Memahami Gaya Kepemimpinan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Inovasi yang Dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dalam Penanganan Covid-19 : Sebuah Studi Literatur. Jurnal Kebijakan Publik dan Administrasi Terapan, 2(1). https://stialan.ac.id/jurnal/index.php/jplan/article/view/183
KEMDIKBUD. (dan). Profil Pelajar Pancasila – Pusat Penguatan Karakter. Cerdas Berkarakter. Diakses tanggal 7 Desember 2021, dari https://cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id/profil-pelajar-pancasila/
Sakti, MHW (nd). ANALISIS GAYA KEPEMIMPINAN NADIEM MAKARIEM DALAM MEMBAWA GOJEK MENJADI PERUSAHAAN BESAR. https://www.researchgate.net/publication/352689980_ANALISIS_GAYA_KEPEMIMPINAN_NADIEM_MAKARIEM_DALAM_MEMBAWA_GOJEK_MENJADI_PERUSAHAAN_BESAR
Yudiaatmaja, F. (2013). KEPEMIMPINAN: KONSEP, TEORI DAN KARAKTERNYA. Media Komunikasi FIS, 12(2).