MTsN 7 Sungai Jambu Mulai Bangkit dari Luka Galodo, Kepala Sekolah Drs. Setrial Dt. Tankali Teguhkan Harapan

Independennews.com | Tanah Datar – Luka akibat bencana galodo yang melanda beberapa waktu lalu masih membekas di hati keluarga besar MTsN 7 Sungai Jambu. Gelombang lumpur dan material yang menerjang kawasan madrasah merenggut keceriaan ruang-ruang belajar. Tawa siswa yang biasanya memenuhi kelas, mendadak digantikan oleh duka dan keheningan.

Namun, di balik kesedihan itu, cahaya harapan perlahan mulai menyinari kembali. Kepala MTsN 7 Sungai Jambu, Drs. Setrial Dt. Tankali, tampil sebagai sosok yang menyalakan semangat di tengah keterpurukan, Senin (16/09).

Baginya, pemulihan memang tidak mudah, tetapi dengan dukungan masyarakat, perhatian pemerintah, serta doa yang terus dipanjatkan, madrasah ini sedikit demi sedikit mulai bangkit dari luka.

“Alhamdulillah, meskipun cobaan ini begitu berat, kami tidak ingin menyerah. Justru musibah ini menyatukan hati kita semua untuk bangkit bersama. MTsN 7 Sungai Jambu tidak akan hilang ditelan bencana, tetapi akan tumbuh lebih kuat dari sebelumnya,” ungkap Drs. Setrial Dt. Tankali dengan mata berkaca-kaca.

Saat ini, proses pembelajaran siswa masih berlangsung di Masjid Jamik Sungai Jambu karena ruang kelas yang rusak belum bisa difungsikan. “Alhamdulillah anak-anak tetap bersemangat, meski sementara belajar di masjid. Untuk bangunan yang rusak akibat galodo, bantuan perbaikan sudah mulai berjalan, namun masih dalam tahap pengerjaan,” jelasnya.

Di tengah upaya pemulihan, kabar gembira datang: MTsN 7 Sungai Jambu mendapat hibah tanah dari masyarakat Tujuh Kaum. Hibah ini menjadi tonggak penting bagi masa depan madrasah, sekaligus bukti nyata kepedulian masyarakat terhadap kelangsungan pendidikan. “Ini adalah anugerah luar biasa. Tanah hibah dari Tujuh Kaum membuktikan bahwa madrasah ini bukan hanya milik kami, tetapi milik seluruh masyarakat yang ingin menjaga pendidikan tetap hidup,” tutur Kepala Madrasah penuh haru.

Meski fasilitas masih terbatas, semangat belajar para siswa tidak pernah padam. Para guru pun tetap berdiri teguh, menanamkan keyakinan bahwa cita-cita tetap bisa diraih meski pernah dilanda bencana. Dukungan masyarakat yang bahu-membahu membersihkan sekolah, memperbaiki sarana, dan memberikan bantuan semakin memperkuat ikatan kebersamaan.

Kini, meski perjalanan pemulihan masih panjang, optimisme kian terasa. Anak-anak kembali berlari di halaman, doa kembali bergema di pagi hari, dan tawa kembali terdengar di ruang-ruang belajar darurat.

Bencana memang meninggalkan luka, tetapi dari luka itu tumbuh tekad dan kekuatan baru. Dengan semangat kebersamaan, hibah tanah dari Tujuh Kaum, serta kepemimpinan Drs. Setrial Dt. Tankali, MTsN 7 Sungai Jambu terus berdiri sebagai lentera ilmu yang tak akan padam. (Dioni)

You might also like