Miras, Emosi, dan Nyawa yang Melayang di Warung Karanganyar

Independennews.com | Demak – Malam itu, sebotol minuman keras menjadi pemantik tragedi. Di sebuah warung sederhana di Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, tawa dan obrolan berubah menjadi teriakan, cekcok, lalu perkelahian. Hingga akhirnya, seorang pria bernama BS (46), warga Kudus, meregang nyawa dengan tubuh penuh luka memar.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu dini hari, 3 September 2025, sekitar pukul 00.30 WIB. Polisi bergerak cepat, dan beberapa pekan kemudian Kepolisian Resor (Polres) Demak berhasil meringkus empat terduga pelaku: EA (38), SB (45), EP (25), dan MI (16).

“Kami telah mengamankan empat tersangka berikut barang bukti berupa satu cone pembatas jalan dan lima pecahan bata ringan yang digunakan untuk menganiaya korban,” ujar Wakapolres Demak, Kompol Hendrie Suryo Liquisasono, dalam konferensi pers di Mapolres Demak, Jumat (26/9).

Dari Cekcok Jadi Pengeroyokan Massal

Awalnya, keributan dipicu perselisihan antara korban dengan seorang karyawan warung. EP, pemilik warung, tersulut emosi saat mengetahui cekcok tersebut. Adu mulut pun berubah menjadi benturan fisik. Ketika BS dipukul, rekan-rekan EP langsung ikut mengeroyok.

Upaya melerai dari teman korban justru berbalik menjadi sasaran. Total enam orang mengalami luka akibat penganiayaan. Ironisnya, sekitar 20 orang kawan tersangka turut memperkeruh keadaan, menjadikan perkelahian tidak seimbang.

“Setelah kejadian, para korban dilarikan ke rumah sakit. Namun BS meninggal dunia saat menjalani perawatan, sementara korban lain masih dirawat karena luka memar di kepala dan badan,” jelas Hendrie.

Ancaman 15 Tahun Penjara

Kini, keempat tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dijerat Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Di balik pasal-pasal hukum itu, tersisa luka sosial: sebuah warung yang mestinya jadi tempat singgah berubah menjadi saksi bisu pertikaian. Keluarga korban kehilangan tulang punggung, sementara masyarakat Karanganyar diliputi waswas akan maraknya kekerasan yang lahir dari emosi sesaat.

(Ganang)

You might also like