Merasa Dijolimi, Anggota Koperasi Tunas Muda Ancam Duduki Lahan Inti PT. Persada Harapan Khahuripan

0
198

INDEPENDENNEWS.COM, TEBO –PT.Persada Harapan Kahuripan mitra kerja koprasi Tunas Muda bock VII di desa tuo ilir kecamatan Tebo ilir Kabupaten tebo Provinsi Jambi, untuk proyek pembangunan kebun kelapa sawit dengan pola inti plasma ( 50/50) bagi hasil dan lahan. Koprasi penyedia lahan dan perusahaan pemodal dan pelaksana kerja untuk pembangunan kebun kelapa sawit pola mitra.

Pernyataan Ketua Koprasi Tunas Muda kepada anggotanya untuk penolakan
penandatanganan SHK, berdampak kepada tertundanya penerimaan bagi hasil yang akan di terima anggotanya. Hal tersbut di benarkan oleh Solihin Ketua koprasi Tunas Muda setelah dikonfirmasi langsung melalui selular.

Solihin dalam keterangannya menjelaskan kepada independennews.com, Sabtu (24/8/19) dikutip dari pesan Whataps

“SHK DITOLAK, BAGI HASIL DITUNDA‚Ķ
Sebelumnya saya sampaikan permohonan maaf yang sedalam2nya kepada setiap anggota petani. Jika keputusan ini tidak berkenan di hati kawan2. Insya Allah ini adalah sebuah keputusan terbaik untuk mncari solusi terbaik. Ada beberapa alasan kami untuk menolak tanda tangan SHK bulan Juli, yaitu sebagai berikut:

  1. Ketidaksesuaian antara data block dan Hektar yang ada pada sistem perusahaan dan carry map (peta berjalan) lapangan. Hal ini tentu menjadi tanda tanya besar kita.
  2. Imbasnya ada beberapa block setelah tukar guling tidak tercantum dalam data bagi hasil, karena mnurut mereka tidak ada pada sistem. Kerugian kita ada pada kehilangan tonase.
  3. Selanjutnya ada beberapa perbedaan Ha yang sangat signifikan antara data sistem dan lapangan.
  4. Ada sekitar 119 Ha lahan yang menurut perusahaan tidak tergarap dan tidak akan digarap, padahal lahan tsb penyerahan.
  5. Sejak perjanjian dituangkan dalam berita acara pada pertemuan tgl 30 Juli 19, bahwa perusahaan akan menitikberatkan pengerjaan di lahan koperasi tapi hingga detik ini tdk ada pengerjaan,” papar solihin

Dituliskan Solihin, bahwa dirinya menempuh langkah untuk menolak untuk kepentingan para anggota.

“Saya akan mengambil langkah sebagai berikut, jika kawan kawan berkenan, yaitu:

  1. Penolakan tanda tangan SHK
  2. Mulai minggu depan kita akan tutup panen dan tutup aktivitas apapun
  3. Minggu kedua jika tidak ada solusi konkret, saya akan mengajak kawan kawan untuk menduduki lahan.
    Hal ini mengingat setiap apapun yang kita sampaikan selalu menemukan jalan buntu dan tanpa titik terang.

Pernyataan tersebut juga dibenarkan oleh Sulaiman selaku badan pengawas (BP) Koprasi Tunas Muda.

Menurutnya, Perusahaan tidak pernah konsisten dengan janjinya walaupun janji tersebut di buat dalam rapat dan tertuang dalam notulen, mereka selalu mengingkari.

“Kito harus bersikap tegas dengan perusahaan kalau tidak kita akan terus di bodohinya, dan itu akan sangat merugikan petani kita.” Cetusnya kepada Independennews.com.

Pengurus Koperasi Tunas Muda dan badan pengawas berharap agar para pemangku kebijakan dapat mendengar dan mengetahui dengan persoalan yang saat ini sedang dialami para Anggota koperasi.

“Meskipun kami pengurus tetapi kami tidak banyak mengerti hukum, kami di pilih sebagai pengurus karena kepercayaan bukan karena kami serba tahu ” tutupnya kompak.(Romi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.