Independennews.com | Kupang – Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang secara resmi menetapkan dan menahan mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang berinisial RA, sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk Puskesmas se-Kabupaten Kupang Tahun Anggaran 2021 hingga 2022.
RA yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kabupaten Kupang, diduga terlibat dalam praktik pemotongan dana BOK di berbagai tahap pencairan.
Penetapan tersangka didasarkan pada:
Surat Penetapan Tersangka Nomor: PRIN-383/N.3.25/Fd.1/08/2025
Surat Perintah Penahanan Nomor: PRIN-384/N.3.25/Fd.1/08/2025
Tersangka resmi ditahan pada 5 Agustus 2025 dan kini mendekam di Rutan Kelas II B Kupang hingga 24 Agustus 2025. RA ditahan setelah tim penyidik memperoleh cukup bukti, termasuk keterangan dari sejumlah Kepala Puskesmas.
Modus Dugaan Korupsi
Dana BOK merupakan bantuan dari APBN yang ditujukan untuk mendukung operasional layanan kesehatan di tingkat Puskesmas, seperti pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), deteksi dini penyakit, pembiayaan tenaga kesehatan kontrak, serta kegiatan promotif dan preventif lainnya.
RA diduga melakukan pemotongan dana BOK secara sistematis dengan total mencapai Rp598.825.000, berdasarkan keterangan dari para Kepala Puskesmas. Pemotongan dilakukan di bawah tekanan ancaman mutasi atau pemberhentian. Beberapa Kepala Puskesmas bahkan dimutasi secara sepihak, hingga akhirnya Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang mengeluarkan surat teguran atas tindakan RA.
Pasal yang Disangkakan
Tersangka dijerat dengan pasal-pasal berikut:
Primair: Pasal 12f jo. Pasal 18 UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
Subsidair: Pasal 12e jo. Pasal 18 UU No. 20 Tahun 2001
Atau: Pasal 11 jo. Pasal 18 UU No. 20 Tahun 2001
Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang menegaskan bahwa institusinya berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk penyalahgunaan dana publik, terlebih yang menyasar sektor pelayanan kesehatan.
SDN 03 Bulakan Pacu Prestasi dan Karakter Disiplin, Hadapi Tantangan Satwa Liar
Independennews.com | Pemalang – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, SDN 03 Bulakan di Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, terus mendorong penguatan karakter dan prestasi siswa melalui berbagai kegiatan positif.
Guru Pendidikan Agama Islam, Abdul Maskur, menyampaikan bahwa pihak sekolah secara rutin melaksanakan kegiatan pembinaan, termasuk perkemahan siswa kelas VI serta program Jumat Bersih yang konsisten dilakukan setiap pekan.
“Perkemahan melatih kemandirian dan kedisiplinan. Jumat Bersih juga tetap berjalan setiap minggu,” ujar Abdul Maskur saat ditemui, Selasa (6/8/2025).
Raih Prestasi di Ajang POPDA dan MAPSI
Sekolah juga aktif mengikuti ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), dengan raihan membanggakan di cabang tolak peluru dan sepak bola.
“Anak-anak meraih juara 1 tolak peluru putri, juara 2 lempar tunggow, dan beberapa lainnya. Sudah ada tiga prestasi besar yang kami torehkan,” ungkapnya penuh syukur.
Untuk menghadapi kompetisi berikutnya seperti Lomba MAPSI pada 6 September 2025, siswa dilatih secara rutin dan disiplin.
Tantangan dari Lingkungan Sekitar
Letak sekolah yang berdekatan dengan kawasan hutan lindung menghadirkan tantangan tersendiri. Keberadaan monyet liar kerap mengganggu, terutama saat jam istirahat.
“Kadang monyet masuk ke lingkungan sekolah, bahkan ada yang nekat merebut makanan dari siswa. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah desa atau daerah, misalnya menyediakan pakan satwa agar tidak mengganggu,” jelas Abdul Maskur.
Budaya Hidup Bersih dan Karakter Mandiri
Sekolah juga mengedukasi siswa untuk peduli lingkungan dengan mengganti tempat sampah kecil menjadi tempat sampah besar berpenutup, serta membiasakan siswa membawa piring sendiri saat membeli jajanan.
“Tujuannya agar siswa terbiasa disiplin membuang sampah dan menjaga kebersihan,” tambahnya.
Menutup keterangannya, Abdul Maskur menyampaikan harapan agar SDN 03 Bulakan terus menjadi sekolah yang berprestasi dan dicintai masyarakat.
“Kami ingin sekolah ini membanggakan, bukan hanya bagi orang tua siswa, tapi juga masyarakat luas,” pungkasnya (S Febriansyah)