Mabes Polri Menetapkan 5 Tersangka Pengeboman Gereja Oikumene Samarinda

0
678
Poto : Sejumlah Motor Rusak akibat ledakan Bon di depan Sebuah Gereja Oikumene Samarinda-Kalimantan Timur (tribunjateng)

Jakarta—Peristiwa pengeboman di Gereja Oikumene, Singkotek, Samarinda, Kaltim pada Minggu 13 November 2016, yang menyebabkan satu diantara empat korban meningal dunia bernama Intan Marbun, sedang tiga lainya sedang dalam perwawan. Mabes Polri telah menetapkan 5 orang tersangka yang menjadi otak pengeboman tersebut.

”Yah, lima orang positif jadi tersangka termasuk pelaku pelemparan bom. Memang ada 21 orang yang diamankan tapi lima orang sudah positif tersangka,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri Kamis (17/11/16) Jakarta

Sedangkan sisa 16 orang lainnya belum jadi tersangka. Polisi masih punya waktu untuk menentukan status mereka karena masih ada waktu tersisa dari 7 x 24 jam. Boy tidak menjelaskan identias empat tersangka lainnya seperti dilansir beritasatu.

Sementara, pengeboman vihara di Singkawang, Kalbar, juga dilakukan pengejaran. Tim satgas khusus yang dibuat Polda dan di-back up Mabes Polri mengejar pelakunya. Ada orang atau pihak tertentu yang menginginkan adanya semacam ketidaknyamanan dalam masyarakat,” tambah Boy.

Juhanda alias MAK (32), yang beralamat di Jl. Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Samarinda Seberang adalah pelaku lama dalam kasus bom di Serpong dan bom buku. Dia juga mantan napi kelompok Pepy Fernando yang sekarang bergabung dengan Jamaah Anshar Daulah (JAD).

Kemungkinan tersangka akan bertambah, sebab masih ada waktu kepolisian untuk melakukan pengembangan elama 7x 24 jam.

“Ilham Siagian Komandan Yon Cobra (Comando Bela Negara) Cabang Batam saat dijumpai awak media ini di Kediamannya, Bilangan Aviari, Batuaji, Batam mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi Polri dalam menangani kasus pengeboman yang menyebabkan 4 Balita tak berdosa harus menelan pil pahit. yang lebih miris dengan meninggalnya 1 balita bernama Intan Marbun (2,5).

Kami sebagai Comando Bela Negara Cabang Batam berharap Polri benar benar mencari semua otak pelaku pengeboman, tanpa ada yang tersisa, sebab kalau ada yang tersisa dari antara mereka maka akan menjadi ancaman baru bagi negara kedepan.

“Semoga dengan tertangkapnya para pelaku bisa insaf dan bertobat,”Ujar Ilham Siagian (red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here