KPU Sukses Gelar Debat Publik Kedua PILKADA Lubuklinggau

0
100

Independennews.com, LUBUKLINGGAU — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Lubuklinggau menggelar Debat Publik tahap kedua Pasangan Calon Walikota dan Wali Walikota Lubuklinggau Tahun 2018  di Gedung pertemuan Bagasraya kelurahan Lubuk Kupang Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Kota Lubuklinggau Berlangsung Sukses, Sabtu (23/6/18).

Debat kandidat ini menghadirkan empat orang panelis, yakni Prof Dr Didik Susetyo MSi Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya, Prof Dr Dwi Sawitri MSi Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro, Dr Diyan Fuji Nugraha SH MH akademisi Fakultas Indonesia, dan Dr Refli Harun SH MH L LM, Direktur Eksekutif Constitutional and Electoral Reform Centre.

Tampak hadir pula dalam acara ini para undangan yang terdiri dari Timses dan pendukung masing-masing calon. Dalam debat tersebut ketiga paslon sama-sama sepakat memajukan Kota Lubuklinggau dengan meningkatkan ekonomi berbasis kerakyatan dengan memprioritaskan tenaga kerja lokal.

Pasangan calon (Paslon) nomor urut 1 H Toyeb Rakembang dan Sopyan dalam paparanya, mengaku tidak tertarik dengan investor mereka lebih sepakat mengoptimalkan perusahaan lokal.

“Salah satu contohnya adalah pabrik kecap. Selama 20 tahun keberadaan pabrik itu tidak mengalami kemajuan. Maka ke depan jika terpilih kita akan lebih baik memajukan perusahaan lokal itu,” katanya.

Paslon nomor 2, H SN Prana Putra Sohe atau lebih akrab di panggil Nanan dan H Sulaiman Kohar mengatakan, dalam pembangunan ke depan pihaknya akan selalu melibatkan masyarakat dengan cara memenuhi hak-hak masyarakat.

“Karena Lubuklinggau tidak punya Sumber Daya Alam (SDA) maka kita perlu mendatangkan investor untuk membangun Kota Lubuklinggau,” ujar Nanan.

Kata Nanan, dengan banyaknya pembangunan, seperti perhotelan dan pusat perbelanjaan maka banyak tenaga kerja lokal diserap bahkan PAD Kota Lubuklinggau bisa mengalami peningkatan yang signifikan.

“PAD Kota Lubuklinggau terus mengalami peningkatan, jika tahun lalu PAD Lubuklinggau sebesar Rp 114 Miliar, bahkan ke depan semua usaha akan menggunakan komputerisasi dalam mencegah kebocoran PAD,” ujar Nanan.

Sementara itu paslon nomor urut 3, Rustam Effendi dan Riezky Aprilia mengatakan, mereka akan mengoptimalkan tenaga kerja lokal dan membangun ekonomi kerakyatan dengan program 1 Milyar Satu Kelurahan.

“Caranya dengan memaksimalkan anggaran dan membangun usaha-usaha menyesuaikan sesuai dengan kegiatan di setiap kelurahan-kelurahan. Bahkan setiap minimarket wajib membeli produk lokal,” kata Riezky.

Ketua KPU Lubuklinggau, Efriandi Suhendri mengatakan, debat Paslon Walikota dan Wakil Walikota Lubuklinggau merupakan bagian dari rangkaian tahapan kampanye Pillada 2018.

“Debat publik ini merupakan yang terakhir sebelum pemungutan suara dalam rangka Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwakot) lubuklinggau pada 27 Juni 2018 nanti”, jelasnya.
(Roni Irmawan/Hasbullah)

LEAVE A REPLY