Komisi IV DPRD Batam Terima Aduan Karyawan PT. Cladtek Bi-Metal Manufacturing Batam

0
598

Indeoendennews.com, Batam — Komisi III DPRD Kota Batam Menerima permintaan perlindungan ratusan karyawan PT. Cladtek Bi-Metal Manufacturing. Permintaan tersebut  disampaikan para karyawan di gedung DPRD Batam, menyusul adanya dugaan upaya intimidasi yang dilakukan manejemen kepada seluruh  karyawannya,   Selasa (3/4/18)

Bentuk intimidasi yang diterima para karyawan perusahaan ini yakni berupa wajib menantangani surat perjanjian, yang berisi mewajibkan karyawan mengoperasikan 3 mesin.

Anggota DPRD Batam komisi IV, Udin P Sihaloho, SH mengatakan, Kedatangan karyawan perusahaan PT. Cladtek Bi-Metal Manufacturing. Batu Merah, Batu Ampar, Batam, untuk meminta perlindungan sekaligus menyampaikan keluhan terkait adanya tindakan intimidasi yang dilakukan oleh managemen perusahaan PT. Cladtek Bi-Metal Manufacturing kepada seluruh karyawannya

“keluhan dan permintaan karyawan PT. cladtek Bimetal harus segera kita direspon. Kami segera melakukan sidak ke perusahaan tersebut karena permasalahan ini sifatnya urgent.” Katanya

Saiful Badri mengatakan saat konfres dengan awak media, kedatangan mereka ke DPRD Batam sangat mendadak tanpa ada pemberitahuan karena para pekerja telah diperlakukan pihak perusahaan dengan cara melanggar aturan UU ketenagakerjaan.

“Bukan untuk demo, kedatangan kami ini spontanitas. Kami datang kemari untuk meminta perlindungan, karena kemarin senin (2/4) pihak managemen perusahaan bersama pengacaranya dipintu gerbang masuk perusahaan, kepada setiap pekerja menyodorkan surat perjanjian agar mendandantangani perjanjian yang bunyinya, 1 orang pekerja harus mengoperasikan 2 sampai 3 mesin. Pekerja tidak terima, maka itu kami datang kemari,” kata Siful Badri.

Dirinya menilai, apa yang dilakukan oleh pihak perusahaan kepada pekerja adalah suatu hal yang tidak masuk akal. Pihaknya merasa pihak perusahaan ingin mengurangi tenaga kerja, hanya saja cara yang dilakukan managemen dinilai tidak wajar.

Lanjut Badri, bahwa di perusahaan tersebut juga memperkerjakan tenaga kerja asing yang di indikasinya tidak memiliki legalitas sah atau ilegal.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here