Komisi IV DPRD Banyuwangi Sidak ke Kota Muncar, Tinjau Sungai Tercemar Akibat Aliran Limbah

Independennews.com | Banyuwangi – Bau tak sedap seringkali mengganggu indra penciuman ketika berada di sekitaran wilayah Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Apalagi jika orang baru yang pertama kali berkunjung ke Kecamatan Muncar, bau tak sedap itu pasti sangat menganggu indra penciumannya karena tak biasa.

Muncar merupakan kawasan Minapolitan sebagai penghasil ikan laut terbesar kedua di Indonesia setelah Bagan Siapiapi. Status sebagai penghasil ikan terbesar kedua di Indonesia menarik banyak investor untuk berinvestasi mendirikan pabrik pengolahan ikan di Muncar.

Masalah muncul ketika pendirian pabrik-pabrik pengolahan ikan ini tidak dibarengi dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai.

Bahkan sangat mudah dijumpai luberan limbah pengolahan ikan yang mengalir di selokan dekat pabrik pengolahan ikan itu berdiri.

Dugaan penyebab bau tak sedap yang mengurangi kenyamanan di Kota Ikan Muncar ini ditengarai dari sini, membuang limbah tanpa melalui proses.

Masyarakat akhirnya bersikap dan mengeluhkan polusi udara dampak dari pencemaran limbah pengolahan ikan tersebut ke DPRD Banyuwangi.

Keluhan masyarakat itu telah diterima Komisi IV DPRD Banyuwangi yang ditindaklanjuti dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi.
Sidak dipimpin oleh Ketua Komisi 4 DPRD Banyuwangi, Patemo. Lokasi yang dituju adalah titik-titik dimana limbah itu dibuang secara serampangan.

“Sidak atau tinjau lapang Komisi 4 DPRD Banyuwangi ini dalam rangka menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait pencemaran sungai di sepanjang Kecamatan Muncar,” jelas Patemo. Rabu (26/2).

Minimnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya kian memperburuk pencemaran lingkungan terjadi.(Har/*)

You might also like