KKP Terima Dana Hibah dari Jepang Sebesari Rp. 704,6 Miliar

0
110

 

Jakarta– Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperoleh hibah dana dari Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) sebesar 5,5 miliar yen atau Rp 704,6 miliar yang akan digunakan untuk mendanai pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan (SKPT). “Terima kasih kepada Jepang atas kerja sama melalui bantuan hibah langsung untuk pembangunan di enam lokasi SKPT,” ucap Sekjen KKP Antam Novambar seperti dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 2 Februari 2021.

Dilansir Tempo.co, Indonesia dan Jepang telah menandatangani dokumen perjanjian hibah yaitu Grant Agreement for The Programme for The Development of Fisheries Sector in Outer Islands Phase 2. Kerja sama ini merupakan model hibah langsung perdana di Indonesia, yakni Pemerintah Jepang secara langsung mentransfer dana ke KKP.

Transfer dilakukan dalam dua tahapan. Tahap pertama telah diberikan senilai 2,5 miliar yen dan perjanjiannya telah ditandatangani pada Juli 2018. Tahap kedua senilai 3 miliar yen dan akan diberikan setelah perjanjian hibah kedua ditandatangani.

KKP berharap SKPT bisa menjadi pusat bisnis kelautan dan perikanan terpadu mulai hulu hingga ke hilir, terutama di pulau-pulau terluar dan kawasan perbatasan serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat lokal berbasis perikanan.

“Pada hibah tahap pertama, saya lihat banyak capaian yang telah dilaksanakan seperti pengadaan konsultan manajemen, konsultan perencanaan, konsultan pengawasan, konsultan lingkungan, pengadaan kontraktor, dan juga pelaksanaan konstruksi pembangunan Pelabuhan Perikanan dan Pasar Ikan di Biak,” ucap Antam.

Setelah dilaksanakan penandatanganan Grant Agreement tahap kedua ini, KKP akan menindaklanjutinya dengan proses registrasi hibah dan izin pembukaan rekening hibah tahap kedua ke Kementerian Keuangan. Antam berharap, proses pembangunan di enam lokasi SKPT dapat segera direalisasikan.

Chief Representative of JICA Indonesia Shigenori Ogawa mengatakan program hibah bertujuan mendorong pertumbuhan industri perikanan local yang nantinya, nelayan skala kecil dapat menggunakan pelabuhan perikanan yang telah dilengkapi fasilitas cold storage dan produksi es.

“Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada stimulasi industri perikanan lokal dan peningkatan taraf hidup masyarakat pesisir melalui nilai tambah yang lebih tinggi,” tambah Antam. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here