Ketua DPRD Batam Nuryanto Terima Perwakilan Mahasiswa dan Buruh

IndependenNews.com, Batam | Aliansi Buruh bersama Aliansi Mahasiswa di Kota Batam kembali turun ke jalan menyampaikan penolakan atas kebijakan pemerintah yang menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu yang lalu.

Berdasarkan pantauan Independennews, Senin (19/09/2022) sekitar pukul 11.00 WIB, ribuan massa memenuhi jalan Engku Putri di depan kantor DPRD dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Dari atas mobil komando, baik mahasiswa maupun buruh bergantian menyampaikan orasinya.

Kemudian sekitar pukul 12.00 WIB, Ketua DPRD Batam, Nuryanto menjumpai massa aksi meminta agar aspirasi tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat di Ruang Rapat Serbaguna DPRD Batam.

Adapun tuntutan mahasiswa sebanyak 5 poin yakni menolak kenaikan harga BBM, menolak BLT BBM karena bukan solusi yang tepat, menuntut BPH Migas terkait pengawasan dan pendistribusian yang tidak tepat sasaran, mendesak presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan janji tentang pelanggaran HAM dan menuntut DPRD Batam untuk menyatakan sikap penolakan BBM dan menyetujui 4 tuntutan mahasiswa secara terbuka.

Senada dengan mahasiswa, perwakilan buruh juga menolak kenaikan harga BBM dan meminta kenaikan UMK dan UMP tahun 2023 sebesar 10-13 persen serta menolak UU Cipta Kerja bersama turunannya.

Aspirasi tersebut diserahkan secara langsung oleh perwakilan mahasiswa dan buruh kepada Nuryanto yang ditandatangani oleh kedua belah pihak, baik dari massa aksi, maupun Ketua DPRD Batam.

Sementara itu, Nuryanto mengatakan bahwa semua aspirasi yang disampaikan baik oleh buruh dan mahasiswa akan ditampung dan ditindaklanjuti untuk kemudian diteruskan langsung ke Pemko Batam, Gubernur Kepri, hingga ke Presiden RI, Joko Widodo.

“Semua aspirasinya kami terima, sudah kami catat dan kalau ada masukan-masukan tambahan nanti dilampirkan. Nanti surat ini akan kita kirim langsung ke Presiden sebagai bentuk tindak lanjutnya,” tuturnya. (SOP).

You might also like