Kepala Desa Waru Abdussalam Romli, Penertiban Pasar Waru Terkesan Tebang Pilih

0
309
Poto : Rapat Pemerintah Setempat bersama Pengelola Pasar Waru Pemekasan Madura (dok)

Pemekasan, Madura- Penertiban pedangan kaki lima (PKL) didaerah pasar waru, Pemekasan, Madura, Jawa Timur tak kunjung selesai. Para pedangang kaki lima masih saja bejualan memakai badan jalan di depan pasar waru. Sementara pengelola pasar terkesan tutup mata sehingga PKL tetap berjualan di bahu jalan.

Kepala Desa Waru Barat Abdussalam Romli saat dikonfirmasi independennews.com, Selasa (15/11/16) mengatakan penertiban pedangan kaki lima oleh pengelola pasar waru terkesan tebang pilih.

“Yah, hal itu sangat jelas mengingat sebahagian pedangang tidak diperbolehkan berdangang tetapi sebahagian malah dibiarkan saja menempati bahu jalan,”Ujar Romli

Kata Romli pihak pengelola pasar tidak tegas dan terkesan tebang pilih dalam penertiban pasar waru. Sebahagian dibiarkan dilain pihak dilarang. Ini namanya sangat tidak adil.

“Jika demikian adanya saya selaku kepala desa waru barat akan bertindak tegas, apabila masih saja dibiarkan pedangang berjualan di depan pasar maka pedangang yang sudah mau berjualan didalam pasar lebih baik balek keluar lagi, sebab dengan adanya pasar diatas pasar itu sangat merugikan yang lain.” saya akan menyuruh mereka untuk keluar lagi,”Kata Abdussalam Romli

Sementara itu, Mudakkir kepala Pasar Waru mengatakan pihaknya selaku pengelola pasar mengharapkan semua pedangang kakilima tidak lagi melakukan aktivitas di luar pasar.

“kami telah menghimbau kepada para pedagang (PKL) untuk tertip. namun para pedagang masih saja membandel. upaya mengarahkan para pedangang agar tidak berjualan di bahu jalan juga sering kita lakukan dan mereka berjanji tidak akan berjualan di badan jalan, tetapi nyatanya masih saja mereka lakukan.

“kami sudah habis akal,”ujar Mudakkir

Sementara camat Waru Fathorrohman menambahkan persoalan pasar waru ini memang butuh proses serta pendekatan secara persuasif kepada para pedagang.
Kepala RSUD waru Dr.Hendarto mengatakan lahan pasar waru memang kurang luas oleh kerena itu pembogkarang bekas gedung puskesmas harus secepatnya di lakukan agar bisa bisa di manfaatkan untuk menambah pasar waru.

“jadi lahan bekas puskesmas itu tidak mubazir dan bisa dimanfaatkan oleh para pedangan,”Ujar Hendarto

H.Nasir aktifis P2MP menilai ketidak tegasan pengelola dalam penertiban pedangang kaki lima sangat mengecewakan.

“saya kecewa dengan kondisi saat ini yang mana pengelola pasar waru tidak tegas melakukan penertiban, mengapa membiarkan sebahagaian pedangang masih memakai bahu jalan.

“bila semua pedangang benar benar di tertipkan maka harapkan kita untuk menciptakan pasar waru menjadi pasar yang tertata dengan baik akan terwujud. Silakan pengelola pasar waru betul-betul menerapkan aturan.’Kata Hasir (anton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.