independennews.com | Ungaran — Kepadatan arus lalu lintas di sejumlah jalur arteri wilayah Kabupaten Semarang selama dua hari terakhir menjadi perhatian jajaran kepolisian. Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani STK, SIK, CPHR, memberikan keterangan saat memantau arus balik di KM 456 ruas tol Solo–Semarang, Minggu (6/4).
Menurut AKP Lingga, peningkatan volume kendaraan di jalur arteri merupakan dampak dari penerapan rekayasa lalu lintas sistem one way untuk arus balik dari arah Solo menuju Semarang.
“Kami mulai menerapkan sistem one way sejak Sabtu siang, berdasarkan koordinasi bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng dan sesuai arahan Bapak Kapolda. Dengan kebijakan ini, kendaraan dari arah Solo yang seharusnya bisa menggunakan tol, terpaksa melalui jalur arteri,” jelasnya.
Puncak arus balik, lanjut AKP Lingga, tercatat terjadi pada Sabtu dan Minggu. Data menunjukkan lonjakan kendaraan paling tinggi terjadi pada Sabtu siang (5/4), di mana sebanyak 3.000 kendaraan per jam melintasi Gerbang Tol Banyumanik selama tiga jam sejak pukul 10.00 WIB.
Tak hanya karena sistem one way, kepadatan juga dipicu oleh aktivitas masyarakat yang masih melakukan silaturahmi Lebaran dan kunjungan ke objek wisata di wilayah Kabupaten Semarang.
Menanggapi situasi tersebut, Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy SIK, MSi, memastikan bahwa jajarannya telah melakukan langkah-langkah antisipatif. Dalam pantauan arus hingga perbatasan Kota Salatiga, Kapolres menyampaikan bahwa personel gabungan telah disiagakan di sejumlah titik rawan kemacetan.
“Personel Polres Semarang bersama instansi terkait dan relawan sudah berada di titik-titik strategis jalur arteri untuk membantu mengurai kepadatan,” ujarnya.
Kapolres juga mengimbau kepada para pemudik agar tetap berhati-hati selama perjalanan arus balik, mematuhi rambu lalu lintas serta arahan petugas di lapangan, dan memastikan kondisi kendaraan serta fisik dalam keadaan prima.
“Masyarakat juga kami sarankan untuk menggunakan jalur alternatif guna menghindari penumpukan di jalur arteri. Tetap saling menghormati antar pengguna jalan agar perjalanan lebih aman dan lancar,” pungkasnya.(Dwi Saptono)