independennews.com | Kendal – Pemerintah Republik Indonesia menggelar panen raya serentak di 14 provinsi dan 156 kabupaten/kota sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk komitmen dalam menjaga stabilitas pangan di tengah tantangan global.
Kabupaten Kendal menjadi salah satu daerah yang turut ambil bagian dalam panen raya tersebut. Berdasarkan laporan, penyerapan gabah oleh Perum Bulog di wilayah ini telah mencapai 136 persen dari target yang ditetapkan per Senin (7/4/2025).
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyambut baik pencapaian ini dan menyebutnya sebagai indikator kemajuan sektor pertanian di daerahnya. Ia juga mendorong adanya dukungan dari pemerintah pusat maupun sektor swasta untuk memperkuat infrastruktur pertanian, khususnya dalam penggilingan padi.
“Saat ini Kendal masih kekurangan mesin penggilingan padi. Karena jumlah pengusaha penggilingan terbatas, banyak petani akhirnya menjual gabah ke pedagang dari luar daerah, seperti Demak,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, menjelaskan bahwa luas lahan sawah yang ditanami padi di Kendal mencapai 1.300 hektare. Di Desa Brangsong, lokasi utama panen raya, produktivitas panen mencapai 7 hingga 8 ton gabah per hektare.
“Secara keseluruhan, produksi gabah di Kendal diperkirakan mencapai 130.000 ton. Saat musim kemarau, produktivitas bahkan bisa meningkat hingga 8,5 hingga 9 ton per hektare,” jelas Pandu.
Dengan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp 6.500 per kilogram, kebijakan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Panen raya serentak ini diharapkan tak hanya mendorong peningkatan produksi beras nasional, namun juga memperkokoh ketahanan pangan di tengah ancaman cuaca ekstrem dan fluktuasi harga pangan global.(Dwi Saptono)