Kegiatan Inspiring Teacher Day Terancam Dibubarkan, Aktivis dan Aliansi Masyarakat Pemalang Bersatu Cium Aroma Pungli

Independennews.com | Pemalang  – Kabupaten Pemalang kembali dihebohkan dengan adanya kegiatan bertajuk Inspiring Teacher Day yang mencatut nama Bupati Pemalang sebagai salah satu pembicara. Acara ini dituding sarat praktik pungutan liar (pungli) berkedok pelatihan guru.

Kegiatan yang semula dijadwalkan pada 21 Agustus 2025, diundur ke 30 Agustus 2025. Namun, penundaan ini justru semakin menuai penolakan. Ketua Gerakan Mahasiswa Pemalang Raya (GEMPAR), Chafidz Sukron, yang juga bagian dari Aliansi Masyarakat Pemalang Bersatu, dengan tegas menyatakan akan membubarkan acara tersebut.

“Ya, kami akan bubarkan acara pungli berkedok pelatihan keterampilan guru itu, yang rencananya digelar di Widuri tanggal 30 Agustus nanti,” tegas Sukron.


Menurutnya, pihaknya sudah mengantongi bukti adanya pengondisian dan pemaksaan terhadap para guru agar ikut kegiatan dengan biaya registrasi Rp200.000 per orang. Bukti tersebut antara lain berupa instruksi dari KWK melalui grup WhatsApp guru, yang mendesak setiap guru mengisi daftar hadir untuk kemudian dilaporkan ke atasannya.

Chafidz Sukron mendesak agar Pemkab Pemalang menghentikan segala bentuk pungutan yang tidak memiliki dasar hukum.

“Apapun pungutan dalam pemerintahan yang tidak diatur dalam peraturan perundangan adalah pungli. Kami tidak ingin praktik semacam ini terus berulang,” ujarnya.


Lebih jauh, ia menyinggung kembali kasus pungutan sebelumnya yang juga melibatkan dunia pendidikan di Pemalang.

“Kami sudah jengah melihat tingkah pongah Bupati Pemalang ini. Dulu heboh pungli berkedok agama lewat modus infak siswa, sekarang gurunya mau dipungli juga. Utekmu nang ndi!” tandas Ketua GEMPAR dengan nada geram.


Pihaknya menegaskan akan terus mengawal kasus ini agar pungli dalam bentuk dan modus apapun tidak lagi terjadi di Kabupaten Pemalang.

(Al Assagaf)

You might also like