Kegiatan Illegal di Kawasan Dam Sei Gong

0
492

Batam, independen news.com-BP Batam bekerjasama dengan Kementerian PUPR melaksanakan proyek strategis nasional yaitu proyek Pembangunan Sei Gong di Pulau Galang sebagai upaya penyediaan air baku di Pulau Batam.

“dalam kunjungan kerja Presiden RI ke Dam Sei Gong pada Maret 2017 lalu presiden menyatakan lahan Sei Gong merupakan lahan milik negara dan meminta agar pembangunan Sei Gong dapat selesai pada pertengahan tahun 2018”, kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam Purnomo Andiantono pada Kamis (28/9/2017).

“sesuai peraturan presiden nomor 3 tahun 2016 bahwa Dam Sei gong menjadi salah satu percepatan pembangunan proyek strategis nasional untuk kepentingan umum bagi prasarana sumber daya air dan sistem pasokan air minum (SPAM) masyarakat Batam”, tambahnya.

Lebih jauh Andi menjelaskan lokasi pembangunan Sei Gong berada dalam kawasan hutan lindung yang tertuang dalam SK Menteri Kehutanan no 173/Menhut-II/1986 juncto SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan no SK. 76/MenLHK-II/2015 serta termasuk Barang Milik Negara (BMN) sesuai SIMAK BMN untuk BP Batam.

Terkait pelaporan warga ke Mapolda Kepri, BP Batam telah melaporkan lebih dulu pada tanggal 6 April 2017 kepada Polda Kepri melalui Direktur Reserse Kriminal Khusus perihal perambahan dan penggarapan kawasan hutan di lokasi Dam Sei Gong, Galang.

Masyarakat yang melakukan aktifitas di kawasan tersebut telah melanggar UU no 41 tahun 1999 tentang kehutanan pasal 50 ayat 3 huruf a dan b menyatakan; Setiap orang dilarang : a) mengerjakan dan atau menggunakan dan atau menduduki kawasan hutan secara tidak sah; dan b) merambah kawasan hutan dan adanya kelompok masyarakat yang melakukan upaya paksa penghentian kegiatan proyek tersebut.

“tentu dalam upaya mensukseskan pengerjaan tersebut kami butuh dukungan dari semua pihak pihak”, harapnya.

 

(hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here