Kanwil DJBC Khusus Kepri Hibahkan dan Musnahkan Barang Tegahan 

0
722

IndependenNews.com, Karimun –KANWIL DJBC KHUSUS KEPULAUAN RIAU berhasil mengagalkan sejumlah kegiatan  upaya penyelundupan di perairan kepri,  berupa Penegahan KLM Mitra Budaya Bersama muatan “Rotan, KM. REZEKI INDAH I muatan “Beras Ketan dan KM. JAYA INDH – 08 muatan “Amonium Nitrat.

Hal ini disampaikan Kanwil DJBC Khusus Kepri dalam siaran pers,  Kamis (22/2/18) di Kantor Kanwil BC Kepri di Karimun.

Berikut kronologi penindakan yang dilakukan DKBC khusus Kepri dalam tiga kali keadian upaya penyelundupan, pertama  Informasi keberadaan Kapal bermuatan rotan tersebut diterima oleh Patroli BC 30004 pada koordinat 00o-11’-54” S / 108o-12’-00” T .terdapat 1 (satu) buah kapal bermuatan rotan diduga akan dibawa dari Samuda, Sampit menuju Malaysia.

Lalu Kapal Patroli BC 30004 segera menuju koordinat tersebut dan pada pukul 08.30 WIB setelah sampai di koordinat yang dituju di perairan Pulau Pengikik, BC 30004 menjumpai 1 (satu) kapal yang dimaksud. Lalu tim menghadang kapal tersebut untuk melakukan pemeriksaan dan dari hasil pemeriksaan kedapatan membawa rotan sejumlah 171 ton yang akan dibawa menuju Malaysia dengan menggunakan KLM. MITRA BUDAYA BERSAMA tanpa dilindungi dokumen yang sah dengan Surat Persetujuan Berlayar (Port Clearance) menuju Tegal, Jawa Tengah.

Usai melakukan pemeriksaan, kapal tersebut dikawal menuju Kanwil Khusus DJBC Kepulauan Riau, Tanjung Balai Karimun beserta awak kapal yang berjumlah 9 (sembilan) orang termasuk nakhoda guna proses lebih lanjut dengan dugaan unsur pelanggaran tindak pidana kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102 huruf a Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan.

Kedua , Penegahan KM. REZEKI INDAH I muatan “Beras Ketan” pada hari minggu 04 Februari 2018 kapal patroli BC 30001 pukul 23.30 WIB, di perairan Sungai Padang koordinat 03o-32′-54” U / 099o-20′-24” melihat kapal yang mencurigakan dari arah Malaysia menuju Kuala Tanjung, Indonesia yang kemudian digunakan lampu sorot sebanyak 3 kali dan pengeras suara kapal untuk proses penghentian.

“Setelah kapal tersebut berhenti dan disandari kapal patroli BC 30001, tim patroli bea cukai melakukan pemeriksaan dokumen dan muatan yang kemudian diketahui nama kapal tersebut KM. REZEKI INDAH I dengan membawa muatan ± 70 ton beras ketan (menurut pengakuan nakhoda) yang berasal dari Satun, Thailand menuju Kuala Tanjung, Indonesia dengan awak kapal sebanyak 6 orang (termasuk nakhoda) tanpa dilindungi dokumen muatan dan kapal yang sah.

Selesai melakukan pemeriksaan kapal tersebut dikawal menuju Kanwil Khusus DJBC Kepulauan Riau, Tanjung Balai Karimun beserta awak kapal yang berjumlah 6 (enam) orang termasuk nakhoda guna proses lebih lanjut dengan dugaan unsur pelanggaran tindak pidana kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102 huruf a Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan

Ketiga penegahan KM. JAYA INDAH – 08 muatan “Amonium Nitrat”
Bahwa pada hari Selasa 13 Februari 2018, tim patroli BC 20004 mendapatkan informasi bahwa pada pukul 08.30 WIB di koordinat 01o-33′-36” U / 106o-17′-54” T terdapat 1 (satu) buah kapal target bermuatan AMMONIUM NITRATE yang diduga akan dibawa dari Malaysia menuju Kalimantan, Indonesia.

BC 20004 segera menuju koordinat tersebut dan pada pukul 10.30 WIB setelah sampai di koordinat yang dituju di perairan Pulau Pengibu, BC 20004 menjumpai 1 (satu) kapal yang dimaksud. Lalu tim menghampiri kapal tersebut untuk melakukan pemeriksaan dan dari hasil pemeriksaan kedapatan 1377 karung @25 kg Ammonium Nitrate pada KM. JAYA INDAH-08 dengan GT.22 tanpa dilindungi dokumen yang sah;

Selesai melakukan pemeriksaan kapal tersebut dikawal menuju Kanwil Khusus DJBC Kepulauan Riau, Tanjung Balai Karimun beserta awak kapal yang berjumlah 4 (empat) orang termasuk nakhoda guna proses lebih lanjut dengan dugaan unsur pelanggaran tindak pidana kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102 huruf a Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan.

Hibahan KANWIL DJBC KHUSUS KEPULAUAN RIAU berupa 1 (satu) unit Speedboat SB. SENOPATI (5 mesin Mercury 300 PK.

Dalam pemusnahan tersebut dihadiri Direktur P2 DJBC Pusat Wijayanta, Kakanwil DJBC Kepri Rusman Hadi, Kepala pengadilan negeri Karimun, Pasintel Kodim 0317/TBK Kapten CPL E.S Nasution, perwakilan Polres Karimun, serta jajaran terkait. (Kanwil BC/Razaali)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here