Kamaruddin Simanjuntak SH MH: Penyidik Polres Pelelawan Keliru Dalam Penetapan Yusuf Siahaan Sebagai Tersangka

0
895

PELALAWAN, INDEPENDENNEWS.COM — Diduga Polres Pelalawan keliru dalam penetapan Yusuf Siahaan sebagai tersangka dalam kasus memanen kelapa sawit milik ayahnya.

Hal itu diungkapkan oleh Kamaruddin SH, MH selaku kuasa hukum terdakwa kepada wartawan diruang media center Pengadilan Negeri Pelalawan, seusai sidang mendengarkan saksi dari penasehat hukum Yusuf Siahaan (terdakwa). Kamis (23/04/2020) kemaren.

Dikatakan Kamaruddin Simanjuntak SH MH, akibat tidak profesional nya Penyidik Polres Pelalawan, yang mengakibatkan kliennya menjadi terduduk dimeja pesakitan. Ada dugaan bahwa dalam penetapan yusuf sebagai tersangka penyidik berpihak kepada Pdt Iwan Sarjono Siahaan SH.

“Berdasarkan fakta persidangan hari ini sesuai keterangan saksi-saksi, dapat disimpulkan, penyidik sengaja tidak profesional melakukan tugasnya. Dimana menurut keterangan saksi seharusnya Yusuf Siahaan lah yang seharusnya menjadi korban, tetapi malah dijadikan menjadi tersangka, ” terang Kamaruddin.

Lebih lanjut Kamaruddin Simanjuntak SH MH menjelaskan, seperti yang terjadi sebenarnya dalam perkara Yusuf Siahaan, sebenarnya yang menjadi korban adalah Yusuf Siahaan tetapi malah dijadikan tersangka.

“Pada September 2019 lalu, ketika Manaek Siahaan menyuruh anaknya Yusuf Siahaan untuk memanen buah kelapa sawit milik ayahnya di bukit Kesuma, Desa Kesuma Pangkalan Kuras, Kabupaten pelalawan.

Saat itu abangnya, Pdt Iwan Sarjono, SH melarang Yusuf untuk memanen dan mengangkut buah sawit itu, dengan alasan, sawit itu adalah miliknya. Hal ini kata Iwan telah ia peroleh dari pemberian paman mereka, kalau kau angkat buah itu berarti kau pencuri, kata Iwan kepada Yusuf,” terang Kamaruddin menjelaskan kronologi perkara abang adik itu kepada media independennews.com.

Lanjutnya, kemudian karena sawit yang dipanen dilarang diangkat oleh Iwan, Yusuf menjawab Iwan, jika memang kebun sawit itu punya Abang, mana surat nya? ujar Yusuf ketika itu.

“Mengingat yang menyuruh Yusuf untuk memetik sawit atas perintah Ayah mereka, sehingga Yusuf berniat untuk pergi mengangkut buah sawit yang sebelumnya telah mereka panen.

“Baru sekitar seratus meter mereka beranjak dari tempat warung gultom, ( tempat mereka, Yusuf dan pekerja nya makan) Pdt. Iwan Sarjono, SH mengejar dengan mengendarai sepeda motor. Yang kemudian menghentikan Truk pengangkut buah yang dikemudikan oleh Lasmrer Gultom (41) warga desa Kesuma.

Selanjutnya, ka1epada Lasmer, Pdt Iwan sarjono SH mengatakan, “jangan kau angkat buah itu, aku sudah menelepon bos mu, Kalau kau angkat buah sawit itu, kulaporkan kau ke Polsek”, ancam Iwan kepada lasmrer.

Lasmrer Gultom yang mengetahui Iwan sarjono dengan Yusuf adalah bersaudara, Lasmrer menjawab, Kalau begitu, kalian selesai kan aja lah dulu. Kaliankan bersaudara, Kalau butuh mobil nanti dihubungi lagi lah jawab Lasmer.

Setelah itu Iwan mendatangi mobil grand max yang dikemudikan oleh Yusuf. Lalu Iwan mengatakan, kau pencuri kata Iwan kepada Yusuf. Disebut sebagai pencuri oleh abangnya, Yusuf mengingatkan abangnya, jangan asal tuduh lah bang menyebut aku pencuri. Abang itukan seorang pendeta, Kalau asal tuduh, berarti Abang “pendeta palsu”, jawab Yusuf.

Tidak terima disebut pendeta palsu, Iwan sarjono marah, lalu membuka pintu mobil grand max yang dikemudikan oleh Yusuf. Begitu Yusuf keluar dari mobil, Iwan sarjono menandukkan kepalanya ke kepala Yusuf, membuat Yusuf terdorong kebadan mobil grand max tersebut.

Kemudian Iwan Sarjono juga melagakan lengannya kelengangan Yusuf. Setelah itu, kembali Iwan menandukkan kepalanya kekepala Yusuf.

Karena situasi cekcok mulut mulai semakin memanas, ketua RT setempat, bermarga Siahaan, alias black bersama istri Iwan sarjono SH, Marintan Pardosi melerai keduanya.

Lalu, Pdt.Iwan sarjono SH mengatakan kepada ibu-ibu yang tidak jauh dari tempat kejadian, kepala ku sudah bengkak dibuat si Yusuf, kalian yang menjadi saksinya. Sementara itu ibu-ibu yang ada dilokasi tersebut mengatakan, tidak ada pun kata mereka menjawab Iwan.

Setelahnya Pdt. Iwan sarjono SH menelepon ibunya, (ibu boru Siregar). Kepada ibunya, Pdt.Iwan Sarjono, SH mengatakan bahwa Kepalanya sudah bengkak dibuat oleh si Yusuf. Namun kasus atas kejadian tersebut tidak berlanjut waktu itu.

Akan tetapi kejadian kembali berulang pada tanggal 5 Desember 2019, Yusuf dianiaya oleh abangnya Pdt.Iwan sarjono SH dengan memukul menggunakan besi piber. Iwan Sarjono memukul bagian pelipis Yusuf sehingga berdarah.

Oleh karena itu Yusuf melaporkan perbuatan abangnya Iwan tersebut kepolres Pelalawan.
Namun, kasus penganiayaan yang dialami oleh Yusuf tersebut sampai berita ini dilansir, tidak ada tindak lanjut nya.

Kamaruddin simanjuntak SH MH menilai disinilah bentuk tidak profesionalnya Penyidik Polres Pelalawan. Yang mana disini Penyidik seperti ada keberpihakan kepada Pdt.Iwan sarjono SH, ” jelas Kamaruddin.

Kamaruddin berpendapat, “Seharusnya Manaek Siahaan yang menyuruh Yusuf untuk memanen buah sawit tersebut, dimintai keterangan oleh Penyidik Polres Pelalawan.

Namun sampai hari ini Manaek Siahaan tidak pernah dipanggil dan diperiksa sebagai pemilik kebun sawit tersebut,” terangnya. (Harris Simanjuntak)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here