JOIN Sesalkan Tindakan Aparat Memborgol Pimred HDM Saat Eksekusi Gedung Astranawa

0
87

INDEPENDENNEWS.COM, SURABAYA – Jurnalis Online Indonesia (JOIN) menyesalkan tindakan berlebihan anggota Polresta Surabaya kepada Pemimpin Redaksi (Pimred) Harian Duta Masyarakat, M Kayis, saat eksekusi Gedung Astranawa, Rabu (13/11/2019).

“Wartawan itukan mitra instansi-instansi, termasuk Polisi. Kenapa dia diperlakukan layaknya seperti maling, harus diborgol,” ungkap Badar Subur, Korwil Jawa I JOIN, Kamis (14/11/2019) dikutip dari Group PPI.

Seharusnya, lanjut Badar, polisi bisa lebih bijak dalam masalah ini. Karena dari informasi yang diberikan oleh Kayis, masih ada langkah hukum lanjutan yang berjalan.

“Saya langsung telpon beliau, memang hari ini sudah di rumah. Katanya eksekusi itu sedang digugat, dan sudah diterima oleh PN Surabaya. Jadi kan masih harus tunggu prosesnya sampai putusan final,” jelasnya.

Menurut Badar, tindakan Kepolisian ini bisa menjadi preseden buruk. Karena dengan perlakuan mereka kepada Pimred Harian Duta Masyarakat ini, berdampak pula terputusnya informasi kepada masyarakat.

“Barang-barang redaksi, seperti komputer dikeluarkan paksa. Padahal di dalamnya ada data-data yang siap dicetak. Hingga hari ini Harian Duta Masyarakat belum cetak, otomatis pembaca juga dirugikan,” jelasnya.

Badar meminta kepada Kapolda Jawa Timur dan Kapolres Surabaya untuk bisa menyelesaikan masalah ini lebih baik. “Kita harus bisa saling menghormati menghargai profesi lah,” tutupnya. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.