Jadi Rajagukguk Ingatkan Pemko Batam agar Serius Kembangkan UMKM

0
48

Batam, Independennews.com — Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Batam ‘Jadi Rajagukguk’ mengingatkan pemerintah kota (Pemko) Batam agar tahun ini lebih serius serta memfokuskan program dalam pengembangan pembinaan bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Dikatakan Jadi, bahwa UMKM merupakan faktor pendorong pengembangan ekonomi kerakyatan. Hal ini sesuai dengan program Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo, agar memperkuat usaha ultra mikro, usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dan koperasi sebagai salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa Pemerintah akan mendorong pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,3 persen,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2019 beserta Nota Keuangannya di hadapan Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia di Gedung MPR/DPR/DPD RI

Menurut Jadi Rajagukguk, penguatan dan perlindungan UMKM, sejalan dengan tujuan Nawacita yang ingin meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar nasional dan internasional, sehingga Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya. Nawacita rancangan Jokowi juga bercita-cita mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Termasuk mendorong pelaku UMKM berbasis digital yang bertumpu pada “kualitas sumber daya manusia yang produktif dan inovatif,” kata dalam rilis yang diterima redaksi independennews.com, Selasa (5/3/19)

Lebih jauh Jadi mengatakan, Kedudukan UMKM sangat penting bagi perekonomian Indonesia sehingga layak dilindungi. Apalagi kedudukan UMKM yang cukup lemah dibandingkan dengan pelaku usaha dan industri besar,” Ujar Jadi.

“Pembangunan sarana dan prasarana seperti pembangunan dan pelebaran jalan memang penting, tetapi jangan dilupakan dan jauh lebih penting pengembangan ekonomi kerakyaatan,” Katanya

Dia juga mengungkapkan terkait anggaran pelebaran jalan yang menurutnya bukan hanya lahir dari anggaran Pemerintah Kota Batam saja.

“Toh anggaran pembangunan jalan itu bukan hanya dari anggaran Pemerintah Kota Batam saja, tetapi juga dari Anggran dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Anggaran Pemerintah Pusat (APBN). Tahun 2019 Kadin Batam meminta agar program terobosan kebijakan fokus pada pengembangan bidang ekonomi kerakyatan agar capaian pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat dan kesempatan kerja terus ada juga berkembang,” Kata Jadi

Jadi melihat banyak masalah yang dikeluhkan pelaku UMKM, mulai dari sektor sulitnya akses permodalan, sistem manajamen usaha, perpajakan, kemasan dan akses pemasaran.

“Melihat masalah yang ada dan yang paling banyak yang dikeluhkan adalah sektor sulitnya akses permodalan walau penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) terus ditingkatkan. KUR hanya menyasar kepada pengusaha UKM yang mapan. Bagaimana yang belum mapan atau yang UMKM pemula atau yang bangkrut? Di sinilah pemerintah wajib hadir sebagai amanah UU No. 20/2008 untuk memberikan pembinaan dan akses permodalan diberikan,” Sambungnya

Jika ingin mendapatkan capaian kepada pertumbuhan UMKM yang jumlahnya lebih kurang 70 ribu pelaku UMKM di Batam, Kata Jadi, harus ada keberpihakan Pemerintah Kota Batam dengan membuat program terobosan masyarakat yang produktif dan didukung dengan anggaran yang memadai agar bisa fokus pembinaan terhadap UMKM serta pemko batam harus memastikan Tahun 2019 fokus jalan UMKM yang harus dikembangkan.

Disamping itu, Publik tentunya masih mengingat sebuah Misi Rudi-Amsakar ketika akan menjadi Walikota dan wakil walikota batam, hal itu kemudian ditunggu masyarakat batam untuk dapat dijawab dengan realisasi yang nyata.” Ujar Jadi

Adapun Misi Rudi-Amsakar ialah :

*Mewujudkan Penguatan Ekonomi Kerakyatan berbasis UMKM dan Koperasi yang bersinergi dengan Kebutuhan Industri dan Pasar Domestik. Dalam hal ini, ditetapkan 5 Program untuk dilaksanakan, yakni :
1). Peningkatan modal dan operasional pelayanan kredit BLUD bagi UMKM.
2). Membangun pusat inkubasi UMKM.
3). Memfasilitasi peningkatan standar mutu produk UMKM sehingga memenuhi kebutuhan industri.
4). Mengadakan pelatihan dan bimbingan kewirausahaan, serta
5). Memfungsikan balai latihan kerja sebagai media pelatihan dan pengembangan UMKM dan Koperasi.

(red/ Jadi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.