Hati-hati, Sertipikat Tanah Palsu di Jatim Capai 40 Kasus

0
127
Foto : Ilsutrasi

Independennews.com, Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berupaya terus melakukan pencegahan serta mendorong penyelesaian konflik pertanahan di Indonesia. Karena kasus kejahatan pertanahan kerap kali berujung sengketa.

Direkur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan Kementerian ATR R.B. Agus Widjayanto mengatakan, masih ada beberapa kasus kejahatan pertanahan yang terjadi dan merugikan masyarakat. Salah satu contohnya adalah yang terjadi di Jawa Timur.

Andi mengungkapkan, sebanyak 40 kasus pemalsuan sertipikat. Dimana masing-masing sertipikat dinilai seharga puluhan juta rupiah untuk dijadikan jaminan kredit. “Namun ketika hendak melakukan pengajuan kredit untuk kedua kalian baru dilakukan pengecekan dan ternyata sertipikat tanah tersebut terbukti palsu. Terbukti palsu karena nama-nama yang tercetak pada sertipikat tidak sesuai dengan nama yang tercetak di buku tanah,” ujarnya.

Menurut Agus, sengketa tanah ini sifatnya multi dimensi. Dalam dimensi hukum, permasalahan sengketa pertanahan cukup kompleks karena terkandung persoalan hukum perdata dan pidana.

“Penyelesaian target operasi ini tak hanya terpacu pada jumlah target operasi. Akan tetapi juga bagaimana hasil kegiatan penyelesaian target operasi juga dapat mengembalikan hak-hak bagi masyarakat yang berhak, adil dan kepastian masyarakat terpenuhi,” jelasnya.

Agus menegaskan, pihaknya hadir dan berkomitmen penuh memberikan kepastian hukum serta keadilan bagi masyarakat. (sum : sindonews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here