Haji 2023, Praktik Fikih Ramah Kepada Yang Lemah

Foto : Dr Danial M Ag Rektor IAIN Lhokseumawe-independennews

Tahun ini, jumlah jamaah haji lansia (kelompok lemah) mencapai 30% dari total jumlah jamaah 210.000. realitas ini sangat berbeda dengan haji-haji sebelumnya. Karena itu, kemenag meningkatkan kualitas layanan kepada jamaah pada umumnya, ditambah dengan afirmasi kepada kelompok lanjut usia atau lebih dikenal dengan layanan haji ramah lansia.

Lansia dalam perspektif fikih merupakan salah satu kelompok dhu’afa’ yang diberi perlakuan khusus. Disebut khusus karena berbeda dengan perlakuan kepada jamaah haji pada umumnya. Khusus karena usia lanjut, kemampuan fisik yang mulai menurun, ingatan yang tidak lagi setia, serta berbagai kekhususan lainnya. Dengan demikian membutuhkan layanan khusus dari penyelenggara atau petugas haji.

Dalam konteks di ataslah, maka Kementerian Agama dengan segenap langkah, strategi, SDM dan seluruh daya dikerahkan untuk memberi pelayanan prima kepada semua, teristimewa para jamaah lansia. Hal ini sangat tampak mulai layanan dalam negeri, di tanah suci hingga kembali ketanah air. Pelayanan konsumsi, transportasi, akomodasi, sanitasi, kesehatan, sampai layanan tambahan lainnya.

Dalam praktiknya di tanah suci kita menyaksikan bagaimana layanan terhadap jamaah ditunaikan. Baik layanan dalam ibadah maupun selainnya. Spirit ramah kepada mereka yang lemah dapat ditemukan pada petugas dg ketulusan membantu seorang nenek dengan menggendongnya dalam jarak yang lumayan jauh. Petugas kesehatan dengan sabar dan telaten memeriksa, petugas dengan segenap perhatian membantu jamaah dengan mendorong kursi roda, hingga konsumsi tidak luput untuk diatasi dan disistribusi. Di sisi lain, seorang petugas sedang memapah seorang kakek menuju Masjidil Haram dan memandunya dengan sabar.

Para petugas melayani dengan hati. Mencintai seperti keluarga sendiri. Menumpahkan perhatian yang tidak pernah padam, membantu tanpa menggerutu. Berbagi dengan setulus hati. Semua ini adalah ekspresi dari apa yang disampaikan Gusmen dihadapan para petugas haji agar melayani jamaah terutama lansia sebagaimana melayani dan brrkhitmat kepada keluarga atau orang tua sendiri.

Seluruh layanan yang dilakoni petugas haji kemenag RI jika dilihat dalam kacamata fikih dapat disebut dengan fikih haji yang ramah kepada yang lemah, Bersahabat kepada yang tak kuat. Wallahu a’lam bishawab.

Oleh: DR. Danial, M.Ag Rektor IAIN Lhokseumawe

You might also like