IndependenNews.com, Taput | Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) berserta Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) wilayah Tapanuli Utara (Taput) melakukan unjuk rasa damai didepan gedung DPRD dan Kantor Bupati Kab.Taput, Rabu (13/4/2022)
Arlan Tanjung penanggung jawab aksi dalam orasinya menyuarakan beberapa tuntutan kepada pemerintah diantarannya ;
1. Menurunkan harga BBM, dan Pertalite dan solar tidak hilang.
2. Menurunkan harga bahan Pokok
3. Menurunkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
Arlan menilai harga BBM telah membebani masyarakat pengguna, apalagi bila Pertalite dan Solar tidak lagi dipasarkan seperti halnya Premium atau Bensin
“Kita berharap harga BBM turun dan BBM jenis Pertalite dan solar tetap ada di pasaran. Karena kita belajar dari kasus premium,”papar Arlan
Untuk bahan pokok, Arlan mencontohkan harga minyak goreng. Walau sudah tidak langka lagi akan tetapi harga minyak goreng saat ini juga sudah membebani ekonomi masyarakat.
Sementara untuk kenaikan PPN, yang awalnya dari 10% naik menjadi 11%. Kenaikan ini juga dikhawatirkan berdampak pada harga jual bahan- bahan pokok.
“Kita menuntut agar pemerintah menurunkan nilai PPN, yang awalnya 10%. Saat ini naik menjadi 11%. Hal itu akan berdampak pada naiknya harga bahan bahan Pokok,” jelas Arlan Tanjung kepada awak media.
Sementara Tombang Marbun, anggota DPRD Taput yang menerima aksi tersebut mengatakan semua tuntutan mahasiswa tersebut akan dilaporkan ke pimpinan DPRD supaya dibahas di komisi masing-masing
“Seperti halnya PPN, agar nantinya bisa dipertanyakan komisi kenapa bisa naik. Sama halnya dengan minyak goreng, bagaimana nantinya langkah pemerintah untuk menstabilkan harga,”ujar Tombang kepada Mahasiswa.
Usai di gedung DPRD Taput, aksi unjuk rasa damai kemudian berlanjut ke Kantor Bupati Taput menuntut hal yang sama.
(Maju simanungkalit)