Independennews.com | Payakumbuh – SMK Negeri 1 Payakumbuh menggelar perayaan dua momentum penting sekaligus, yakni HUT ke-70 SMKN 1 Payakumbuh dan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Peringatan ini diwarnai dengan berbagai kegiatan unjuk kompetensi dan kreativitas siswa, mulai dari Wisuda Tahfizh angkatan ke-3 yang diikuti 46 siswa, hingga pentas seni serta lomba fashion show dengan tema HUT RI menggunakan busana dari barang bekas.
Acara yang dilaksanakan di bawah langit cerah Kota Payakumbuh ini digagas oleh OSIS SMKN 1 Payakumbuh sebagai bagian dari program kerja tahunan siswa. Kegiatan ini menjadi wadah untuk menampilkan keterampilan, ilmu, serta kompetensi yang telah dipelajari.
Ruang acara turut dihadiri sejumlah tokoh pendidikan dan pemangku kepentingan, di antaranya Wali Kota Payakumbuh, Kepala Kemenag, serta para Kepala SMK se-Kota Payakumbuh. Kehadiran mereka sekaligus memberikan apresiasi, khususnya terhadap program tahfizh yang telah berjalan hingga tiga angkatan secara swadaya.
“Wisuda Tahfizh ini merupakan angkatan ketiga yang dilaksanakan murni dari dana swadaya, bukan dana pokir. Program ini adalah unggulan kami untuk membangun karakter siswa,” ujar Kepala SMKN 1 Payakumbuh, Yunita Rosanti, M.Pd., melalui pesan WhatsApp, Jumat (5/9).
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para siswa yang telah menorehkan prestasi. “Semoga capaian ini menjadi pemicu lahirnya prestasi lain, baik akademik maupun non-akademik, sehingga nama besar SMKN 1 Payakumbuh semakin harum,” tambahnya.
Lebih lanjut, Yunita menegaskan bahwa lulusan SMKN 1 Payakumbuh dinilai siap bersaing di dunia kerja. Slogan BMW (Bekerja, Melanjutkan, Wirausaha), menurutnya, sudah nyata dibuktikan siswa.
“Bagi kami, ikut bertanding saja sudah sebuah kemenangan. Apalagi jika berhasil tampil di tingkat nasional, itu adalah kebanggaan luar biasa bagi sekolah,” tutur Yunita.
Selain mengapresiasi siswa, ia juga menekankan pentingnya peran guru. “Kami berharap para guru tetap menjaga integritas serta meningkatkan kualitas pembelajaran, baik dari sisi administrasi maupun proses mengajar,” ujarnya.
Di akhir, Yunita menyampaikan harapan agar seluruh jajarannya terus meningkatkan kompetensi siswa. “Dengan keterampilan sesuai bidangnya, mereka akan memiliki modal kuat untuk terjun ke dunia usaha maupun industri,” pungkasnya.( dion)