Ekskavator Milik Pemkab Porak Porandakan Jalan di Parsingguran II

0
877
Tampak jalan aspal hotmix rusak karena dilintasi alat berat milik Pemkab Humbahas di Dusun Sibuntuon, Desa Parsingguran II, Kecamatan Pollung, Minggu (15/10/2023)
Tampak aspal hotmix rusak karena dilintasi alat berat milik Pemkab di Dusun VII, Desa Parsingguran II, Kecamatan Pollung, Humbahas, Minggu (15/10/2023)

IndependenNews.com, Humbahas | Alat berat jenis ekskavator  milik Dinas Pertanian Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, baru saja dibiarkan berjalan tanpa alas dari jalan hotmix kelas III di Dusun Sibuntuon, Desa Parsingguran II, Kecamatan Pollung. Akibatnya, jalan sepanjang kira-kira 200 meter digerogoti gigi roda alat tersebut hingga mengakibatkan kerusakan.

Dikutip dari informasi warga sekitar, ekskavator milik Pemkab Humbahas tersebut dilihat warga melintas dari jalan desa itu pada hari Jumat (13/10/2023) sore sekira pukul 19.00 WIB. Kemudian melintas kembali pada hari Minggu (15/10/2023) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Sehingga alat berat itu dua kali melintasi jalur yang sama dalam tempo beberapa hari. Akibatnya sejumlah badan jalan mengalami kerusakan.

“Mereka (operator) membiarkan alat berat berjalan dari atas aspal hotmix tanpa alas. Malam-malam mereka lewat”, ujar salah satu warga yang enggan namanya disebutkan, Senin (16/10/2023).

Sementara itu, Ketua LSM Garuda RI Humbahas Mahalel Banjarnahor sangat menyesalkan tindakan tersebut. Ia mengatakan, pihaknya selaku ketua LSM dan sekaligus warga desa setempat sangat mengutuk tindakan sewenang-wenang dari operator alat berat milik Pemkab itu. Sehingga ia meminta, jalan yang rusak itu segera diperbaiki seperti sediakala dan operator maupun dinas terkait yang terlibat harus mendapatkan sanksi.

“Ini merusak fasilitas umum. Ironi sekali, dana milyaran yang dipergunakan negara dirusak dalam sekejap”, kata Mahalel.

Tindakan pengerusakan jalan dengan membiarkan alat berat melintas dari badan jalan, menurut dia, sudah kerap terjadi di desa setempat. Sehingga ia berharap pihak berwewenang dapat memberikan tindakan tegas terhadap pelakunya.

“Ini sering terjadi. Bukan hanya kali ini. Sebelumnya juga sudah pernah namun tak pernah ada kita lihat sanksi bagi mereka. Ini harus kita kawal, masyarakat harus pintar, kalau jalan ini yang rusak, kita yang rugi “, tambahnya.

Pihak Dinas Pertanian Kabupaten Humbahas hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan. (Tinton)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here