Independennews.com | Tanah Datar — Semangat muda penuh ide dan inovasi kembali berkobar dari Bumi Luhak Nan Tuo. Dua tim riset dari MTsN 5 Tanah Datar berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan lolos ke babak final Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2025, ajang nasional bergengsi yang mempertemukan pelajar peneliti terbaik dari seluruh Indonesia.
Kepala MTsN 5 Tanah Datar, Hardison, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah, dua tim riset kita berhasil menembus babak final. Insya Allah anak-anak akan berlaga di Jakarta pada bulan November mendatang. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar mereka bisa membawa pulang prestasi terbaik untuk Sumatera Barat,” ujarnya, Rabu (15/10/2025).
Kedua tim dibimbing oleh Boby Eka Putra, guru pembimbing yang dikenal konsisten menumbuhkan semangat riset di lingkungan madrasah. Dengan dedikasi dan bimbingan yang intensif, Boby berhasil menyalakan api rasa ingin tahu dan kreativitas di dada para siswa.
Tim pertama yang diketuai oleh Ahmad Iqbal menghadirkan riset unik berjudul “Indak Lakang Dek Paneh, Indak Lapuak Dek Hujan: Popularitas Lagu Minang di Era Gen Z.”
Penelitian ini menyoroti bagaimana musik tradisi Minangkabau tetap eksis dan bahkan menemukan napas baru di tengah generasi muda digital. Melalui pendekatan budaya dan media sosial, Iqbal dan timnya menunjukkan bahwa identitas Minang tetap hidup dan bergaung di tengah arus globalisasi.
Sementara itu, tim kedua yang digawangi oleh Dean Nurfahyati dan Hidayat Tulhusnah mengusung kajian kritis bertajuk “Analisis Dampak Pembentukan Provinsi Bagian Tengah Sumatera terhadap Tatanan Adat Minangkabau.”
Riset ini menyoroti dinamika adat, identitas, serta harmoni sosial yang berpotensi berubah seiring dengan wacana pemekaran wilayah di Sumatera bagian tengah — sebuah penelitian yang tidak hanya ilmiah, tetapi juga mempunyai dimensi sosial dan budaya yang kuat.
Menurut Boby Eka Putra, keberhasilan dua tim ini bukan semata hasil kerja keras akademik, tetapi juga cerminan kecintaan pada budaya sendiri.
“Anak-anak ini bukan hanya meneliti, mereka sedang belajar mencintai akar budaya mereka — budaya Minang yang sarat filosofi dan nilai luhur. Inilah riset yang lahir dari hati,” tuturnya penuh bangga.
Hardison menambahkan, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa madrasah mampu bersaing di level nasional.
“Madrasah bukan hanya tempat belajar agama, tapi juga wadah untuk melahirkan generasi cerdas, kreatif, dan berkarakter. Kami ingin tunjukkan bahwa dari madrasah pun bisa lahir peneliti-peneliti hebat yang membawa nama Minangkabau ke panggung nasional,” ungkapnya.
Dengan langkah pasti dan semangat tinggi, dua tim riset MTsN 5 Tanah Datar kini bersiap menuju Jakarta untuk berlaga di final KREASI 2025. Mereka tidak hanya membawa hasil penelitian, tetapi juga membawa identitas, budaya, dan kebanggaan Minangkabau untuk diperkenalkan kepada Indonesia.
(Risky)