Independennews.com | Tanah Datar – Jangan pernah meremehkan seseorang hanya karena pekerjaan, fisik, atau status sosialnya. Hidup selalu menyimpan kejutan. Hari ini mungkin serba kekurangan, namun esok bisa saja anak atau cucunya mengangkat derajat keluarga.
Kisah itu dialami Abdurrahman (68), warga Rambatan. Lulusan SD ini sejak usia 15 tahun menekuni profesi sebagai tukang beruk—pemetik kelapa dengan bantuan kera terlatih—pekerjaan yang diwarisi dari ayahnya.
Saat hendak menikahi Gusneti, istrinya, banyak yang meremehkan. “Kenapa mau menikah dengan tukang beruk?” begitu ucapan yang diterima. Namun Gusneti mantap menjawab: “Tidak apa-apa, dia sudah jodoh saya.”
Pernikahan itu akhirnya berjalan. Meski hidup sederhana dengan penghasilan tak menentu, Abdurrahman tetap bekerja keras di ladang dan sawah. Dari ketekunan itulah lahir tiga anak yang cerdas. Dua berhasil lulus universitas, bahkan satu kini menempuh program doktor di Australia.
Anak sulungnya, Andika Rahman (40), awalnya diterima di Universitas Al-Azhar Mesir, namun mengalah demi adiknya yang juga ingin kuliah. Ia kemudian menyelesaikan S1 di IAIN Mahmud Yunus Lima Kaum jurusan Bahasa Inggris, lalu menjadi asisten dosen. Dengan biaya sendiri, Andika menempuh S2 di Universitas Negeri Padang (UNP), sebelum akhirnya menjadi dosen di UIN Mahmud Yunus.
Tahun 2018, Andika lolos beasiswa MORA Overseas Student Mobility Awards (MOSMA) dari Kementerian Agama untuk melanjutkan S3 di Central Queensland University, Sydney. Kuliah dimulai 2021 secara daring karena pandemi, lalu berlanjut 2022 di Australia bersama istri dan anak-anaknya.
“Alhamdulillah, tahun 2023 saya dan istri sempat berkunjung ke sana selama dua bulan,” kata Abdurrahman bangga.
Kisah hidupnya saya dengar langsung, Sabtu (6/9), saat Abdurrahman datang ke Klinik Cinta Satwa milik adik saya, drh. Zulaidar. Ia membawa beruk kesayangannya yang perutnya terluka terkena pagar kawat. Dengan mata berkaca-kaca, ia berkata, “Kasihan, dia sudah 35 tahun menemani saya.”
Di sela proses operasi beruknya itulah, Abdurrahman yang pernah menjuarai MTQ Lansia tingkat kecamatan ini berbagi kisah hidup penuh inspirasi. (Dioni)