Data Dinkes Karimun Kasus HIV AIDS 1.671 Kasus

0
155
Foto : Kadis Kesehatan Kabupaten Karimun Rachmadi (dok)

Independennews.com, Karimun | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun melalui Dinas Kesehatan Karimun melaporkan bahwa, jumlah penderita HIV AIDS di Wilayah Kabupaten Karimun mencapai sekitar 1671 orang.

Terhitung sejak tahun 2020 atau sejak merebaknya pandemi Covid 19, temuan kasus baru penderita virus HIV AID mengalami penurunan dari 10.000 orang yang mengikuti test, terdapat kumulatif penderita HIV AIDS pada tahun 2020 sebanyak 77 orang.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada hari Selasa, (21/09/2021) di Poros.

Dikatakan Rachmadi, bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, pihaknya telah mencatat 1.671 orang penderita HIV AIDS untuk temuan setiap tahunnya sebelum merebaknya pandemi covid-19.

“Dalam setiap tahun sebelum pandemi covid 19 merebak atau dibawah tahun 2020, kami mencatat bahwa temuan kasus baru penderita HIV AIDS setiap tahunnya terus meningkat dengan jumlah dikisaran 100 hingga 130 orang pertahun nya,”ungkap Rachmadi

Peningkatan kasus baru penderita HIV AID di Kabupaten Karimun sebelum pandemi covid 16, sambung Rachmadi, disebabkan tingginya jumlah Pekerja seks Komersial (PSK) yang beroperasi di Kabupaten Karumun.

” Menurut survei yang kita lakukan jumlah pekerja seks komersial di Kabupaten Karimun sebelum pandemi covid 19 merebak mencapai sekitar 4.000 hingga 5.000 orang. Hal itu dibarengi dengan jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Kabupaten Karimun sebelum pandemi sangat tinggi seperti wisatawan dari Malaysia dan Singapura,”ujar Rachmadi

Sebaliknya, lanjut Rachmadi, dengan adanya penyebaran pandemi covid 19, sejak tahun 2020 wisatawan mancanegara tidak boleh masuk ke kabupaten Karimun sehingga jumlah PSK yang beroperasi pun berkurang.

“Hal itu ternyata berdampak pada temuan kasus baru penderita HIV AIDS di Kabupaten Karimun,”ucap Rachmadi

Lanjut kata Rachmadi, adapun faktor lain yang menyebabkan penurunan kasus HIV AIDS tersebut bisa terjadi dikarenakan jumlah masyarakat yang ingin diperiksa juga mengalami penurunan, karena semua kegiatan masyarakat dibatasi demi menekan laju pertumbuhan kasus Covid-19 di Kabupaten Karimun.

“Bisa jadi program HIV ini tertutup oleh program covid karena orang takut ke klinik, sehingga yang diperiksa juga makin sedikit,” tuturnya.

Namun kata Rachmadi, untuk tahun 2021 pihaknya belum dapat memberikan rincian data secara pasti. Hal ini dikarenakan pihaknya masih sedang dalam tahapan pengumpulan data untuk kemudian dilaporkan pada tahun mendatang.

“Kalau untuk tahun 2021 mungkin akan kita laporkan di tahun 2022 mendatang. Tapi yang pasti selama pandemi ini, jumlah terinfeksi HIV itu mengalami penurunan,” pungkasnya.(SOP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here