Combatan Eks ISIS di Kamp Pengungsian Ain Issa Suriah ‘Kian Memprihatinkan

0
236

INDEPENDENNEWS.COM — Ratusan combatan eks ISIS asal Indonesia yang saat ini masih berada kamp pengungsian Ain Issa suriah semakin memprihatinkan.

Setidaknya ada sekitar 686 anggota ISIS yang berasal dari Indonesia menurut data yang disampaikan Danjen Kopassus Mayjend TNI INyoman Cantiasa.

Informasi terbaru soal kondisi eks ISIS asal Indonesia sendiri kembali disampaikan pengamat teroris me, Alchaidar, dia menyebut ratusan eks ISIS indonesia kian memprihatinkan hidupnya.

BACA JUGA :

Menurut Chaidar, banyak sekali eks ISIS yang berharap bisa kembali ke Indonesia berkumpul kembali bersama keluarga, sebab mereka merasa telah tertipu oleh ISIS.

Saat ini mereka ditahan di kamp pengungsian Al Gol dan Ain Issa. Banyak diantara mereka yang ingin pulang ke Indonesia karena mereka merasa tertipu oleh ISIS, kondisi mereka saat ini sangat menyedihkan sebut Chaidar, Selasa (18/8/2020) lalu.

SUDAH TOBAT

Menurut Chaidar, sejauh ini banyak sekali eks ISIS yang menaruh harapan besar untuk bisa pulang ke indonesia lagi, mereka mengaku sudah bertobat karena sudah salah pilih jalan bergabung dengan ISIS.

BACA JUGA :

Walau begitu, tak sedikit pula dari mereka yang takut mau pulang ke Indonesia karena ada satu hal yang masih mengganjal, yakni soal Doktrin yang ditanamkan pada mereka.

Dimana, mereka sama saja murtad dari agamanya jika pulang ke Indonesia, karena memang benar jika ratusan simpatisan ISIS asal Indonesia yang kini tertahan di kamp pengungsian tidak diizinkan kembali ke Indonesia. Padahal mayoritas, kata Chaidar dari mereka anak-anak dan perempuan, tidak diizinkan kembali ke Indonesia, banyak dari mereka laki-laki nya dipenjara.

TAK SEMUDAH ITU

Sementara itu Direktur Eksekutif the Wahid institute, Yenny Wahid beberapa waktu lalu menilai persoalan terkait eks ISIS asal Indonesia tidaklah mudah, ini berkaitan dengan niatan mereka untuk kembali ke tanah air, sebab ada banyak pertimbangan Pemerintah yang mesti diperhatikan, begitu pula yang dilakukan oleh banyak negara lainnya.

BACA JUGA :

Memang masalahnya semua negara kesulitan menentukan harus diapakan warga negaranya yang kemudian pergi dengan ISIS dan ingin kembali, banyak negara juga bingung ketika menentukan kebijakan itu, katanya saat ditemui di UI Depok.

Putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gusdur) ini menyebut jumlah WNI yang berada di Iraq dan Syria tidak sebanyak negara-negara Eropa, meski demikian jumlah WNI eks ISIS bukanlah persoalan utama, yang menjadi pertimbangan pemerintah kata Yenny, adalah mengubah paradigma atau pola pikir mereka yang telah terpapar ISIS.

Ada pihak yang mengatakan lebih baik diterima utamanya anak-anak, pertanyaannya sudah siap belum menampung mereka, karena membutuhkan sumber daya yang banyak sekali dan kapasitas yang besar untuk bisa menampung anak-anak eks Kombatan yang pernah terpapar oleh kekerasan dan itu adalah hal yang cukup sulit untuk dihilangkan.

Yenny menilai, biar bagaimanapun mereka sudah pernah terpapar oleh kekerasan dan itu adalah hal yang cukup sulit untuk dihilangkan.

Jadi ini pasti sudah ada di kepalanya, terekam dalam alambawah sadarnya, kalau ingin mengembalikan mereka lagi menjadi lebih normal cara pikirnya, harus lewat terapi yang panjang sekali.

(Wendy)

Sumber ” Rendra Syahputra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here